poker online

Pekerjaanku Memuaskan Tante-Tante Kesepian


Pekerjaanku Memuaskan Tante-Tante Kesepian


batasberitaterkini.blogspot.com - Nama saya Dedy (25 tahun), saya tinggal di Bandung. Cerita ini bukan bohong ataupun dibuat-buat, atau juga hanya karangan semata, melainkan pengalaman saya yang benar-benar terjadi di kehidupan saya.

Tamat SMA, dengan sedikit memaksa aku ingin kuliah di Bandung. Aku bersikeras keras dengan keinginanku, meskipun kedua orang tua saya tidak setuju. Di Bandung, awal-awal aku duduk di bangku kuliah, aku merasakan sebagai sosok lelaki yang kerdil. Entah mengapa aku cenderung dalam memilih temen.

Tipikal yang menjadi temanku adalah mereka yang bergaya hidup mewah. Aku cenderung menjauh dari mereka yang hidup pas-pasan. Dari pakaian dan gaya bicara, aku bisa tahu mereka orang kaya sepertiku atau bukan.

Ketika itu usiaku sudah 20 tahun. Dan akupun merasa cocok dengan seorang teman bernama Tony. Kunilai dia anak orang kaya karena kehidupannya suka berfoya-foya. Namun di balik kebanggaanku berteman dengannya, disitu lah aku melangkahkan kaki kejalan yang salah. Aku terlibat dalam pergaulan yang salah dan tidak wajar.

Kehidupanku yang gelamor dan banyak uang, seakan membuatku seenaknya. Dari mulai minum-minum di bar, menghisap ganja sampai putaw.  Tidak hanya itu, kami pun sering membooking wanita dari pinggir jalan utama.

Dari semua pengalaman yang didasari rasa ingin coba-coba dan ingin tahu itu, lama kelamaan membuatku keranjingan. Tony juga sempat memperkenalkan aku kepada tante-tante yang umurnya kutaksir 35 tahun. sebut saja namanya tante Mia. Dialah wanita yang kuanggap mampu membuatku berubah menjadi liar. Ia wanita yang pertama kali kupeluk, kucium, dan juga pernah tidur bersamaku.

Tante Mia adalah istri dari seorang pengusaha kaya. Ia sering merasakan kesepian akibat urusan bisnis suaminya, dan banyak di tinggal di rumah sendirian. Suaminya sering pergi ke luar kota maupun luar negri dalam waktu lama.

Awalnya kami berkenalan di sebuah hotel dan cafe ternama di Bandung. Petang itu, Tony membawaku datang menjumpai tante Mia. awalnya aku tidak mengira temanku ingin menyodorkanku untuk memuaskan nafsu tante Mia. Semua itu baru terungkap ketika temanku minta izin untuk pun karena keperluan mendadak. Jadilah kami hanya berdua mendengarkan alunan musik. Kami pun saling ngobrol ini itu, satu ketika tante Mia memberi isyarat tingkah nakal. Sama seperti lelaki normal, semua itu mengundang birahiku. Rasanya klop sudah, saat dia menawarkanku untuk menginap di hotel dimana dia telah booking kamar.

Aku yang awalnya merasa ragu, akhirnya tidak berkutik, aku pun bagaikan kerbau dicocok hidungnya. Kuiyakan saja semua permintaan tante Mia. Pikirku, sangat disayangkan jika harus disia-siakan. Meskipun tidak terlalu tinggi, namun wajahnya sungguh bersih dan terawat.

Hubungan badan antara kami pun terjadi. Dibelainya rambutku, didekapnya tubuhku yang tak berbalut kain sehelai pun. Dia mengelus dan mencium dadaku sengan penuh nafsu. Lalu kami pun saling meraba satu sama lain. Dan kami pun melakukan hal yang biasa suami-istri lakukan. Tenaga tante Mia sangat liar memacu nafsu birahiku. Aku pun banyak belajar dari tante Mia, sungguh aku merasakan pengalaman baru yang sangat mengesankan dalam hidupku.

Dari saat itu aku pun mulai banyak mengenal tante-tente, dan menjadi pemuas nafsu mereka. Aku pun seakan dimanjakan sengan limpahan uang yang datangnya bagaikan air mengalir. Namun aku memiliki langganan yang mengaku sangat terkesan dengan pelayananku. Dia adalah seorang dokter di Jakarta.

Sore itu, sang dokter sedang mengikuti seminar di Bandung. Saat selesai, ia pun menelponku untuk datang ke hotelnya. Aku pun langsung menuju ke hotel yang ia sebutkan. Begitu sampai di sana kami pun langsung melalukan permainan panas. Dokter yang berwajah cantik itu sangat ganas memperlakukanku, nafsu nya yang memuncak membuat aku kelelahan. Tidak hanya di ranjang saja, ia pun menginginkan permainan panas itu dilakukan di sofa dan di kamar mandi. Setelah puas ia memberiku banyak uang. Dia pun berjanji akan kembali lagi untuk memintaku memuaskannya.

Beberapa bulan kemudian, sang dokter itu kembali lagi ke Bandung. Ia tidak hanya seorang diri, melainkan membawa 2 orang temen nya. Setelah aku diminta melayani mereka bertiga, aku pun melakukannya dengan baik hingga mereka semua merasa puas. Dan memdapat bayaran yang setimpal. batasberitaterkini.blogspot.com

COMPARTILHAR:

+1

0 Comentario "Pekerjaanku Memuaskan Tante-Tante Kesepian"

Posting Komentar

Teste Teste Teste

nonton film

Teste Teste Teste

Teste Teste Teste Teste

http://i66.tinypic.com/snl8i1.gif