batasberitaterkini.blogspot.com - Kisah ini terjadi beberapa hari yang lalu, ini bermula saat aku sedang membantu sahabatku yang sedang melaksanakan persiapan pernikahannya di rumahnya. Lazimnya acara pernikahan pasti banyak orang yang turut membantu keluarga sahabatku itu, dari mulai tetangga sampai teman-teman bermain sahabatku itu. Dari sekian banyak orang yang membantu itu ada salah seorang wanita yang menarik perhatianku.
Wanita ini memakai gaun pesta yang sangat anggun dan seksi, dia memakai gaun terusan warna ungu dengan berlahan rok memanjang hingga sampai ke pertengahan pahanya. Bila dia berjalan pasti kulit mulus pahanya sekilas mengintip, membangkitkan gairah bagi siapapun yang melihatnya, terutama aku sendiri. Wajahnya biasa saja tapi karena kulitnya putih mulus membuat gairahku bangkit, aku berkhayal seandainya aku bisa menyentuh kulit mulusnya itu aku pasti akan melakukan apapun yang diminta.
Aku berusaha mencari tahu siapa gerangan wanita itu. Rupanya dia adalah adik mamanya sahabatku, umurnya kutaksir sekitar 30 tahunan dan dia telah mempunyai anak 2 orang. Suaminya tidak bisa hadir karena urusan bisnis di luar kota. Aku sering meliriknya terutama saat dia berjalan, putih pahanya menyilaukan mataku dan membangkitkan gairahku. Rupanya diam-diam dia mengetahui kalau aku sering mencuri-curi pandangan terhadapnya.
Suatu saat aku kepergok dirinya sedang melirik kearah belahan dadanya yang sedikit terlihat dari luar gaunnya, spontan aku sangat malu dan takut seandainya dia marah lalu mengadukan perbuatanku itu pada keluarga sahabatku itu, malunya aku seandainya dia lakukan itu. Tetapi rupanya dia tidak marah, malah justru tersenyum saat dia mengetahui aku sedang mencuri pandangan kearah bagian tubuhnya.
Bukan main senangnya hatiku saat mengetahui dia tidak marah karena kenakalan mataku, mudah-mudahan ini pertanda baik bagiku. Aku mencari cara agar aku bisa berdekatan lalu berkenalan dengannya, tapi karena keadaan yang serba sibuk saat itu membuatku tidak mempunyai kesempatan untuk mendekatinya.
Akhirnya kesempatan itu tiba saat aku diminta tolong oleh mamanya sahabtku untuk mengambilkan pesanan kue di toko langganan mamanya, dan yang membuat hatiku bersorak adalah kala mamanya menyuruh adiknya untuk mengantarku ke toko kue itu. Dengan menggunakan mobilnya kami berangkat hanya berdua, wah kesempatan emas nih, sorak batinku dalam hati.
Dalam mobil aku ingin memulai pembicaraan dan berkenalan dengannya tapi entah mengapa bibirku terasa kelu, aku jadi serba salah karena selama di mobil pahanya yang putih bersih tersingkap sebagian karena bentuk belahan gaun dan posisi duduknya yang seakan-akan sengaja membiarkan pahanya terbuka. Sesekali aku melirik kearah pahanya dan tanpa terasa adikku perlahan mulai bangkit, ini membuatku jadi salah tingkah. Dia diam-diam ternyata juga memperhatikan tingkah lakuku dan semakin menggoda diriku dengan gerakan kakinya yang membuat belahan gaunnya semakin lebar terbuka, membuat pahanya semakin kian terlihat olehku.
"Hayo, tadi liatin apa waktu dirumah?" ucapnya memecahkan keheningan.
Aku tersipu tapi pura-pura tidak mengerti apa maksud dari pertanyaan itu.
"Kamu enggak usah bohong deh sama mbak, mbak tau kok tadi kamu ngelirik kearah mbak terus, emang ada yang aneh ya...?" pancingnya kepadaku.
"Ehhmm.. nggak kok mbak, eh gimana ya mbak, aduh aku jadi gak enak kalau mau terus terang, takut mbak marah nanti" jawabku kikuk karena takut dia marah bila dia tau aku bernafsu oleh tubuhnya yang indah itu.
Dengan tertawa kecil dia mendesakku untuk mengatakannya, akhirnya dengan sedikit malu-malu aku berterus terang bahwa aku suka melihat pahanya yang putih mulus itu. Selesai berkata begitu aku menjadi tambah gugup karena aku takut dia akan marah mendengar penjelasanku tadi. Tetapi dia hanya tertawa lalu tanpa kuduga sama sekali dia lalu berkata,
"Emang kamu belum pernah pegang paha cewek?, kalau kamu mau pegang pahaku pegang aja tapi nggak boleh ngelantur megangnya ya.." katanya sambil tersenyum padaku.
"Bener nih mbak, mbak nggak marah.." jawabku memastikan ucapannya.
Dia tidak menjawab tapi tangannya langsung bergerak meraih tanganku lalu meletakkannya di pahanya. Aku yang mendapat perlakuan seperti itu langsung menjadi lebih berani, kubelai pahanya dan kurasakan kulit mulusnya yang hangat menyentuh telapak tanganku. Kubelai-belai pahanya dan sesekali kuremas-remas, lalu perlahan tanganku menelusup ke balik gaunnya merayap naik ke arah selangkangannya.
Saat ujung jariku menyentuh kain penutup bagian paling sensitifnya, kudengar lenguhan tertahannya. Aku semakin bersemangat, perlahan kutelusupkan jariku ke pinggiran kain lalu mulai memasuki celana dalamnya. Aku dapat merasakan bulu-bulu halus di sekitar vaginanya, tonjolan yang ada di dalam celana dalamnya kurasakan semakin keras mengacung.
Aku menjadi semakin lupa diri, tapi saat jariku mulai menyentuh bibir vaginanya yang telah membasah, dia menahan tanganku lalu memberi isyarat keluar. Rupanya kami sudah tiba ditujuan. Setelah merapikan gaunnya yang sedikit berantakan karena kenakalan tanganku tadi, kami beranjak keluar dari mobil lalu menuju ke toko kue langganan mama sahabatku dan mengambil pesanannya.
Dalam perjalanan pulang kembali ke rumah sahabatku aku ingin mengulang kembali usahaku tadi yang sempat terhenti, tetapi dengan halus dia menolakku dan mengatakan nanti saja lain hari dia akan mengajakku ke rumahnya guna menuntaskan hasrat kami yang sempat tertunda hari ini. Aku sangat senang mendengar ucapannya, lalu kucium pipinya dengan penuh gairah. Dia hanya tertawa kecil mendapat perlakuanku itu. Selama perjalanan kami hanya berbicara seadanya tapi tanganku sesekali mengelus paha mulusnya dan tangannya sempat beberapa kali meremas kejantananku seakan tak sabar ingin menikmatinya.
Namanya Sinta, dia mengaku sering merasa kesepian karena suaminya jarang berada di rumah, suaminya adalah seorang pebisnis sukses yang mempunyai beberapa anak perusahaan sehingga dia lebih sering berada diluar rumah mengurus bisnisnya ketimbang istrinya yang seksi ini. Lalu ita saling bertukar nomor telepon dan dia berjanji akan menghubungiku nanti bila saatnya tepat.
Setelah kejadian itu aku selalu teringat akan dirinya dan berharap dia akan mengajakku main ke rumahnya lalu bercinta dengannya, aku tidak berani menghubunginya karena aku takut bila ada suaminya dirumah, aku takut rencanaku bisa berantakan jika ketauan olehnya. Akhirnya Sinta menghubungiku, saat itu aku baru mandi pagi dan sedang bersiap akan keluar mencari pekerjaan karena saat itu aku masih pengangguran.
Dia mengundangku untuk kerumahnya, dia bilang anak-anaknya sedang sekolah dan pembantunya sedang pulang ke kampungnya kemarin melihat anaknya sakit. Saat ini dia sedang sendirian di rumah dan mengajakku memanfaatkan waktu yang ada bersama. Bukan main senang hatiku, dengan bergegas aku berpamitan pada orang tuaku, kukatakan aku akan pergi melamar kerja seperti biasa.
Singkat cerita sampailah aku di alamat rumah yang diberikannya, dia tinggal di sebuah komplek perumahan elit. Kulirik sesaat jam tanganku, jam 9 kurang, berarti ada waktu beberapa jam sebelum anaknya pulang sekolah. Kutekan bel rumahnya, lalu tak lama kemudian dari rumah itu terdengar sebuah suara yang kukenal tapi sosoknya tidak keluar rumah, yang menyuruhku untuk langsung masuk dan mengunci kembali pagar rumahnya. Setelah mengunci pagar rumahnya aku bergegas masuk ke rumah nya.
Saat aku telah berdiri di hadapannya barulah kusadari ternyata dia hanya memakai gaun tidur yang sangat merangsang. Warnanya hitam dan ukurannya sangat pendek hingga sebagian pahanya dapat terlihat jelas olehku, dan yang paling membuatku bernafsu adalah kulihat dia tidak mengenakan apa-apa di dalam gaunnya. Itulah sebabnya dia tadi tidak membukakan pagar rumahnya dan hanya berteriak menyuruhku masuk, rupanya dia telah merencanakan semua ini, batinku berkata.
Lalu tanpa dikomando kami bergerak saling rangkul dan bibirnya adalah sasaran pertamaku. Kami beciuman dengan sangat panas, lidah kami saling berbelit di dalam rongga mulut kami. Tangannya erat merangkul pinggangku, tangan kananku mengelus punggungnya dan tangan kiriku meremas bokongnya gemas.
Sekitar lima menit-an kami bercumbu dengan posisi itu sampai dia melepaskan pagutannya pada bibirku lalu menyeretku menuju kamarnya yang terletak di tengah. Setelah menutup dan mengunci pintu kamar dengan nafas memburu dia lalu mulai mempreteli bajuku satu persatu sampai tak tersisa, akupun tak mau kalah kulepaskan gaun tidurnya sampai kami sama-sama polos tanpa sehelai benang pun menempel di tubuh kami.
"Wow gede juga Tititmu Hendra, mbak pengen banget ngerasain Tititmu ini" katanya sambil meraih Tititku dan dengan cepat dikulumnya. Aku hanya mendesah lirih saat bibir dan lidahnya bermain dikejantananku, kadang aku meringis nikmat saat lidahnya dengan lincah menggelitik ujung Tititku, membuat kejantananku semakin keras menegang.
Kepalanya bergerak liar maju mundur kadang berputar di kejantananku, menimbulkan sensasi nikmat yang sukar kuungkapkan dengan kata-kata. Sekitar 15 menit dia mengulum Tititku, lalu dia berdiri dan mengulum bibirku, kemudian dia beranjak ke ranjang, duduk di tepian ranjang sambil membuka kakinya lebar-lebar. Aku mengerti keinginannya lalu aku berjongkok didepannya, kupandangi sejenak vaginanya sambil jariku meraba klitorisnya yang kulihat telah berdiri mengacung.
"Ayo sayang, jangan diliatin aja dong.. cepat jilatin punya mbak, aku udah gak tahan ni" rintihnya memohon padaku untuk memulai aksiku sambil tanganya meraih kepalaku lalu didekatkan ke vaginanya. Dengan gerakan gerakan cepat dan tiba-tiba aku langsung menerkam klitorisnya dengan kedua bibirku lalu menguncinya erat. Lenguhannya keras terdengar saat aku lakukan itu.
"Aaaahhh...sayang... kamu nakal ya" desahannya saat lidahku menyapu dengan cepat. Kadang kutekan kepalaku kearah vaginanya dan kutempelkan lidahku pada vaginanya rapat, lalu dengan gerakan cepat kugerakkan kepalaku berputar dengan posisi lidahku masih erat menempel di klitorisnya. Lenguhan dan erangannya semakin keras terdengar memenuhi seluruh ruangan,nafsuku dan nafasnya sudah sama-sama memburu. Vaginanya semakin basah, cairan di dalm vaginanya bercampur dengan air ludahku membuat vaginanya mengkilap tertimpa cahaya lampu.
"Udah sayang,,, masukkan Tititmu, aku udah nggak tahan nih" rintihnya sambil tangannya menarik tubuhku naik. Tapi aku sengaja bertahan, aku ingin dia merasakan orgasme pertamanya dari permainan lidah dan bibirku.
kugencarkan seranganku pada vaginanya sampai kurasakan tiba-tiba tubuhnya menegang kaku, kedua pahanya erat menjepit kepalaku dan tangannya kuat meremas sprei. Diiringi jerit nikmat tubuhnya lalu menyentak liar tak terkendali, pinggulnya terangkat sejenak lalu tubuhnya lunglai, kedua kakinya lemah terbujur ke lantai. Matanya rapat terpenjam dan bibirnya setengah terbuka menggumamkan erangan lirih. "Aaaarrggghhhh" Rupanya dia telah mencapai orgasme pertamanya.
Aku bergerak berdiri lalu kuangkat seluruh tubuhnya yang telah lunglai ke atas pembaringan, kemudian aku berbaring di sisinya. Kupandangi wajahnya yang penuh keringat, kuseka keringat yang menetes diwajahnya lalu ku kecup dahinya lembut. Mendapat pelakuanku itu matanya terbuka lalu bibirnya tersenyum, sambil mencubitku gemas dia memelukku erat.
"Kamu nakal ya, kamu bikin mbak keluar bukan pakai Titit gedemu itu tapi malah pakai bibirmu yang memble itu" cibirnya seraya mencubit gemas pipiku.
"Tapi rasanya sama enakkan, mbak?" sahutku sambil meremas lembut dadanya.
Dia mencubit pipiku lagi lalu berkata, "Ternyata kamu pintar juga ya, hayo.. ketauan kamu sering begituan sama cewe ya ?" selidiknya sambil memasang muka masam.
"Aah nggak kok mbak, aku cuma sering nonton film BF, jadi aku tau gimana cara muasin cewe" balasku menangkis tudingannya.
"Udah nggak pa-pa kok, mbak malah senang kamu udah pinter, kan mbak gak perlu ngajarin kamu lagi, nahh sekarang mbak mau ngerasain Tititmu itu sayang" sahutnya sambil tangannya meremas Tititku yang tegang ini.
Mendengar ucapannya itu aku langsung mencium dadanya, kuciumi kedua payudaranya dnegan lembut tapi puting susunya sengaja aku tidak lumat, hanya aku sentuh dan gesek dengan bibirku sambil sesekali kugesekkan ujung hidungku pada puting susunya yang mulai mengeras. Dia hanya merintih geli saat aku lakukan itu, lalu dengan gerakan cepat dan tiba-tiba aku menerkam puting susunya yang sebelah kiri dengan bibirku. Kugigit lembut putingnya dengan bibirku lalu kubuat gerakan memelintir puting susunya, tubuhnya tersentak sedikit saat kulakukan itu.
Tangannya meremas rgambutku lembut, mulutnya menggumamkan kata-kata tidak jelas pertanda birahinya mulai beranjak naik lagi. Tanganku bergerak meremas dadanya yang sebelah kanan, lalu kupelintir puting susunya dengan dua jariku, perlahan kurasakan kedua puting susunya semakin mengeras. Tangannya makin kuat mermas Tititku dan kurasakan sedikit sakit saat jarinya meremas Tititku dengan kuat, kugeser pantatku sedikit agar remasannya pada Tititku bisa sedikit berkurang.
Puas bermain dadanya, kugeser tanganku perlahan menuruni tubuhnya, kuraba perutnya yang masih rata tanpa lemak walau sudah pernah melahirkan lalu semakin turun kebawah kearah vaginanya. Kakinya semakin dilebarkan saat jemariku sampai di daerah paling sensitif di tubuhnya.
Jari telunjukku kuletakkan tepat diatas klitorisnya dan jari tengahku menyentuh permukaan bibir vaginanya yang telah mulai membasah lagi. Kugerakkan kedua jariku berirama dan kuhisap kuat-kuat puting susunya, perlakuanku itu membuatnya semakin tidak mampu menahan diri. Tiba-tiba dia mendorong tubuhku lalu dengan cepat dia menaiki tubuhku.
"Kamu nakal.. awas ya sekarang giliran kamu kubikin lemes.." ucapnya sambil memegang Tititku lalu diarahkannya ke vaginanya yang telah basah itu. Setelah dirasa pas lalu dia menekan pinggulnya perlahan, erangan nikmat keluar dari mulut kami bersamaan saat kulit kelamin kami mulai bersentuhan, nikmat sekali. Karena vaginanya telah sangat basah maka dengan mudah seluruh Tititku dapat masuk kedalam vaginanya, lalu pinggulnya mulai bergerak naik turun dengan cepat.
Kuimbangi gerakan naik turunnya dengan arah berlawanan, jadi penetrasi yang terjadi semakin dalam dirasakannya. Tititku terasa dijepit oleh vaginanya, aku tidak menyangka walaupun dia sudah pernah melahirkan sampai 2 kali ternyata vaginanya masih tetap nikmat, mampu menjepit dan memberikan gesekan nikmat pada Tititku.
Suara berkeciplak akibat kelamin kami yang beradu di tambah suar rintihan dan erangan nikmat dari mulut kami membuat suasana kamar menjadi semakin erotis. kuremas kedua payudaranya yang bergelantungan di atas tubuhku, kupilin puting susunya kadang kutarik lembut sehingga membuat nya semakin tidak mampu menahan diri. Beberapa menit kami melakukan ini, aku berusaha bertahan untuk tidak keluar terlebih dahulu, karena aku ingin memberinya kepuasan ganda hari itu. Akhirnya puncak kenikmatan itu mulai dirasakannya, rintihan nikmatnya makin kuat terdengar.
"Uuuuggghhh sayang, aku mau keluar lagi..." rintihnya, tangannya kuat mencengkram dadaku dan kurasakan kukunya mencakar kulit dadaku. Dibarengi teriakan nikmatnya lalu tubuhnya menegang kaku sesaat, kedua matanya rapat terpejam dan mulutnya terbuka menggumamkan jerit kenikmatan.
"Aaaarrrggghhhh.....Arrrgggghhhhh....."
Mendengar rintihan nikmatnya membuatgku tak mampu lagi menahan diri, aku juga mulai merasakan adanya aliran yang semakin kuat membuncah di Tititku seakan ingin meledak.
"Aaaaakkkhhhhh mbak......aku juga...akkkhhhh.." ucapku tersendat saat air maniku tak mampu lagi kubendung menyemprot kuat didalam vaginanya. Mendapat semprotan air maniku yang kuat di dalam vaginanya membuat dirinya orgasme untuk yang ketiga kalinya. Saat orgasme yang ketiga kali dia melumat bibirku dengan buas, teriakan nikmatnya tertahan didalam mulutku bercampur dengan erangan nikmatku. Kami saling berpelukan erat menikmati sisa orgasme yang kami rasakan, Tititku masih tertancap kuat didalam vaginanya.
Bibirku dan bibirnya saling melumat, dengan mata terpejam kami menikmati sensasi nikmat ini.
batasberitaterkini.blogspot.com





0 Comentario "Memuaskan Nafsu Birahi Tante Kesepian"
Posting Komentar