batasberitaterkini.blogspot.com - Temanku yang bernama Raka dari keluarga yang bisa dibilang lebih berada dibanding teman-temanku yang lain. dan pekerjaan ayahnya adalah seorang pengusaha terkenal, dan Raka memiliki seorang ibu yang sangat cantik dan kami biasanya memanggil dengan sebutan tante Maya. dan kami pun sering belajar bareng di rumah Raka, ''Kalau belajar kadang bisa sampi malam dan karena sudah larut dan kami pun biasanya menginap dirumah temanku Raka.
Rumah Raka sangat besar dan makhlumlah dia adalah orang kaya. Bila Raka sudah tidur di kamarnya yang berada di lantai bawah, kami bertiga sering membicarakan kakaknya yang bernama Nita. Hal yang kami bicarakan tidak lain adalah wajah cantiknya dan serta body seksi yang disertai kulit putih mulus terawat. Tapi anehnya, aku malah tertarik melihat tante Maya, yang usianya kira-kira 38 tahun. Bila melihat tante Maya muncullah hasrat fantasi sesku yang membuat darahku berdesir tak menentu. Berhubung tante Maya merupakan ibu kandung dari teman baikku jadi aku hanya bisa berkhayal dan cuma bisa memendam rasa ini, aku tidak berani cerita pada orang lain.
Seluruh anggota kelurga Raka semuanya suka dengan olahraga, setiap minggu maupun hari libur mereka selalu mengisi dengan kegiatan berolahraga. Terutama olahraga bulutangkis. Kebetulan aku juga suka dan pandai bermain bulutangkis, maka aku selalu diajak serta dalam bermain bulutangkis bersama mereka.
Aku yang dianggap paling mahir, maka aku sering dipasangkan dengan tente Maya apabila bermain double. Tante Maya memiliki body yang proporsional dengan tinggi badan sekitar 170cm, pakaian yang dikenakan tante Maya sewaktu berolahraga memang selalu mengenakan pakaian yang seksi. Dengan memakai rok pendek serta atasan model tank top. Kami sering berpelukan serta bersentuhan apabila kami memenangkan permainan. Dan itu membuat jantungku berdebar tak menentu serta timbul hasrat sex terhadap tante Maya. Kadang setelah selesai olahraga, aku langsung masturbasi dengan membayangkan wajah dan tubuh tante Maya yang seksi yang membuatku tidak tahan dengan nafsu yang telah ku pendam.
Pada waktu malam minggu, karena tak memiliki pacar aku menghabiskan malamku dengan berkeliling kompleks menggunakan mobil papaku sendirian. Semua temanku pada ngapel termasuk Raka. Tepat di depan rumah Raka, entah apa yang terjadi dengan mobil yang kubawa tiba-tiba mogok seperti kehabisan BBM. waktu itu hujan sangat lebatnya dan SPBU pun dangat jauh dari lokasi mohil ku yang mogok. Akhirnya aku memutuskan untuk meminjam telpon di rumah Raka untuk menelpon papaku atau siapa saja untuk membantuku membelikan BBM.
Sambil hujan-hujanan aku berlari menuju rumah Raka, begitu sampai diteras rumahnya, terlihat suasananya sepi tak ada mobil atau terdengar suara dari dalam rumah menandakan kalau rumahnya sedang kosong. Meski begitu aku tetap saja mencoba memencet bel rumah temanku, tapi tak lama kemudian terdengar suara dari dalam rumah.
“Ya sebentar…siapa ya? Begitu mendengar jawaban itu hatiku langsung berdebar karena aku sangat kenal dengan suara itu
“Dimas, tante…maaf tante malem-malem ganggu. Aku kehabisan bensin di depan rumah tante dan berniat mau pinjam telepon untuk menghubungi papaku dan karena aku lupa membawa Hp tan” jawabku.
Kemudian terdengar suara langkah menuju pintu dan ketika pintu terbuka tampaklah sesosok wanita setengah baya yang terlihat sangat menawan.
“Dimas…malem-malem gini hujan-hujanan, ayo masuk dulu, langsung masuk saja ke kamar Raka dan mencari baju ganti dan memang pada saat itu aku basah kuyub, terus kalau sudah selesai ke ruang tengah ya biar tante buatin teh anget” kata tante Maya.
Di dalam kamar dan berganti baju, aku masih terbayang wajah dan body seksi tante yang pada waktu malam itu menggunmakan gaun tidur yang tipis yang memperlihatkan tubuh seksinya.
Begitu selesai ganti baju aku langsung menuju ruang tengah seperti yang disuruh tante Maya. lalu aku minum teh hangat bikinan tente, dan kemudian aku pun bertanya pada tante.
“Kok tumben sepi tante pada kemana?
“Om, lagi ke rumah saudaranya yang sedang sakit, sedangkan Misty tadi dijemput pacarnya mau diajak jalan dan Raka kamu tau sendiri donk kemana dia” terang tante kepadaku.
“Kog tante gak ikut Om dan malah sendiri? tnyaku penasaran.
“Kebetulan mbok Tarti (pembantu rumah tante Maya) sedang ijin pulang kampung, jadi tante harus jaga rumah, jawabnya.
“Oh iya tante, aku mau pinjem telpon jadi lupa nih” kataku.
“Hahahaa…emang kamu lagi mikiran apa kog jadi lupa kalau mau pinjam telpon” kata tante Maya sambil tertawa dan meliriku dengan tatapan yang menggoda imanku.
“Hehehee…gak mikir apa-apa kog tante? jawabku agak malu.
Aku langsung saja menuju ruang keluarga dan segera telpon ke rumahku tapi sama sekali tak ada jawaban. AKu mencobanya berulang kali tetap saja tak ada yang menjawab telponku. Dari belakang tiba-tiba terdengar suara tante Maya,
“Gak ada yang angkat telepon kamu ya Mas?” tanyanya.
“Gak tante, mungkin sudah pada tidur” jawabku.
“Ya udah kamu tunggu Raka saja, sembari nemenin tante” katanya.
“Iya tante” jawabku singkat.
Kemudian tante Maya mengajakku ke duduk di sofa depan TV. Sebelum aku sempat duduk di sofa, tante Maya berkata padaku,
“Oya Mas, tolong donk ajarin tante lagunya Martina McBride yang judulnya Valentine day , soalnya jari-jari aku masih kagok dan belum mahir untuk berpindah-pindah kan ke note melodinya ni Mas.
“Kapan tante? tanyaku.
“Sekarang aja yuk, mumpung kamu disini….
Kami berdua lalu berjalan menuju piano dan duduk berdampingan di kursi piano yang tidak terlalu besar. Karena aku mengajari perpindahan jari-jari tangan otomatis aku selalu memegang jari tante Maya yang halus dengan kuku yang terawat dengan baik. Detak jantungku terasa makin berdebar apalagi ditambah menghirup bau parfum dari tubuh tante Maya yang membuat batang Kemaluanku jadi mengeras secara perlahan.
“Mas kenapa suaramu kok jadi bergetar gitu, apa kamu kedinginan ya? tanya tante Maya.
“Gak kok tante, aku hanya… jawabku terpotong.
“Jangan-jangan kamu gak mau lagi ngajarin tante? Atau mungkin kamu ada janji malam minggu dengan pacar kamu ni? kata tante Maya dengan penasaran.
“Maaf tan aku belum punya pacar tante, ''hehe... gak kayak Raka dan teman yang lainnya” jawabku.
Duduk tante Maya pun semakin merapat padaku dan tiba-tiba kepalanya bersandar di bahuku dan dia bertanya padaku,
“Mas, pernah gak Raka bercerita padamu kalau ayahnya punya istri lagi yang jauh lebih seksi dan muda dari tante, usianya masih 25 tahunan
Mendengar itu aku jadi kaget setengah mati, ''masak sih ayahnya Raka punya istri lagi padahal menurutku tante itu nyaris sempurna dan mempunyai body yang seksi dan walaupun tante anak-anak tante sudah pada dewasa semua, ''kataku pada tante,,, ''tapi maaf ya tan.
“Masak sih tante, kalau aku lihat sih tante sama om mesra-mesraan terus” kataku.
Lagi-lagi duduk tante Imel semakin merapat padaku, tangannya diletakkan diatas pahaku dan dengan tidak sengaja tanganya menyentuh batang kemaluanku yang sejak tadi makin mengeras saja, tante Maya pun lalu berteriak kecil,
“Ah…. Tante Maya langsung menatapku yang menunduk malu. Dengan wajah sendu dan sensual dia kembali bertanya padaku,
“Mas, kamu jawab jujur yaaah, kamu sudah pernah berhubungan intim belum?
Dan dengan kaget dan gugup aku menjawab, “belum pernah kok tan emang kenapa ya tan.
“Mau gak kalau tante ajarin…sebagai gantinya kamu ngajarin tante main piano ni Mas” katanya.
Aku tak kuasa menjawab pertanyaan tante Maya tersebut tapi tiba-tiba tente Maya langsung menyosor mulutku secara liar. Lidahnya terus berusaha menjilat seluruh bagian mulutku. Tak hanya itu tangannya pun terus meremas telinga dan rambutku.
“Dimas sayang, ayo kita pindah ke kamar aja yuk” ajaknya. Mendengar itu aku semakin kaget bercampur bahagia karena sebentar lagi aku bisa merasakan kehangatan tubuh tante Maya yang sudah lama aku idamkan.
Sesampainya di kamar tante Maya langsung mendorongku ke kasur dan menindih badanku. Selanjutnya tante Maya langsung melucuti baju tidurnya dan terbentanglah payudara yang seksi dan montok dengan puting kemerahan. Dalm keadaan masih bingung, tiba-tiba tangan tante Maya menarik tanganku dan langsung dibimbingnya ke arah payudaranya. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku langsung meremas dengan halus sambil memilin putingnya yang makin tegak dan mengeras.
“Sssthhh…oohhh…terus Mas, puasin tante malam ini ya Mas… racaunya. Sadar aku masih memakai baju kemudian tante Maya segera melucuti seluruh pakaianku dan mengelus-elus selakanganku dan mulai meremas lembut batang kemaluanku.
“Ternyata kemaluan kamu besar juga ya Mas…boleh gak tante jilat?
“Boleh saja asalkan tante mau dan merasa puasdan malam ini Dimas milik tante…
Dengan beringas tante Maya langsung turun dan mulai mejilati batang kemaluanku. AKu merasakan kenikmatan yang luar biasa sekali. Tante Maya menjilati dan mengulum kemaluanku dengan sangat lihai sekali. Kurasakan kepala kemaluanku sampai menyentuh ujung kerongkongannya. Tak lama kemudian tante Maya merubah posisinya menjadi 69. Terlihatlah suatu pemandangan indah, bulu hitam dengan belahan merah dan segumpal daging merah kecil yang berkilau.
“Ayo jilat dan kecup vagina tante Mas” pintanya.
Tanpa sungkan-sungkan dan membantah, langsung saja kuarahkan lidahku untuk menjelajah sambil terus menghirup harumnya kemaluan tante Maya yang bagaikan candu itu.
Usai permainan saling menjilat dan mengecup, tante Maya segera berbaring dan memintaku untuk berdiri sambil tangannya terus menggenggam batang kemaluanku dan dituntunnya ke arah vaginanya.
“Ayo Mas, sekarang masukan penis kamu kesini ya kamu akan merasakan betapa nikmatnya” pintanya. Tante langsung membimbingku dengan menekan tubuhku hingga batang kemaluanku menyentuh ke bibir vaginanya dan dengan sedikit dorongan akhirnya usahaku yang selama ini terwujud dan akhirnya batang kemaluanku kini berada di dalam liang kemikmatan milik temanku.
“Aaaahhh… desah tante Maya yang memecah kesunyian.
Sambil terus menyodokkan batang kemaluanku tak lupa aku meremas-remas payudara indah dan kenyal tante Maya secara bergantian. Tanpa berkata apa-apa, tante Maya tiba-tiba membantingku dan menduduki tubuhku. Dia mulai bergerak turun naik memutar. Aku semakin takjub saja melihat keagresifan tante Maya, Untuk mengimbangi permainan tante, kuangkat pinggulku agar penisku bisa masuk lebih dalam dan tak lupa tanganku terus memilin putingnya. Mulut kami terus meracau dengan kata-kata yang menunjukkan kepuasan, tante Maya memintaku untuk membalikkan badannya ke posisi semula sambil memintaku untuk menyodoknya lebih cepat. Semakin lama kurasakan batang kemaluanku semakin berdenyut dan terasa juga vagina tante Maya juga kurasakan hal yang sama. Tidak lama kemudian tubuh kami mengejang dan seperti di komando kami berdua berteriak.
“Arrgghhh…aaahhh….oohhh….
Dari kemaluanku kurasakan keluar cairan nikmat dengan denyut kenikmatan dari dalam liang kenikmatan tante Maya dan kami saling berpelukan erat dengan nafas yang memburu sambil terus menikmati kenikmatan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata yang baru saja aku raih bersama tante Imel. Wanita yang selama ini menjadi fantasi sex ku.
Usai adegan yang tak mungkin kuhapuskan dari ingatanku, tante Maya bertanya,
“Gimana Mas, kamu puas gak? kalau lain waktu kita ulang lagi kamu mau kan dan gak keberatan?
“Puas banget tante…iya aku mau kok tan yang penting aku bisa membahagiakan dan memuaskan tantr aku juga senang karena aku mendengar cerita tante bahwa'' Om mempunyai istri simpanan, dan tentu tante jarang sekali disentuh oleh Om.'' kataku,,, kapanpun tante butuh langsung saja tante boleh hubungi Dimas ya tan.
“Makasih ya” katanya sambil mencium mesra pipiku.
Setelah itu aku dan tante kembali berbenah dan kemudian kami berdua duduk di teras menunggu Raka pulang untuk mengantarku mencari bensin.
Usai kejadian itu kami masih terus melakukan hubungan terlarang ini secara sembunyi-sembunyi.
Dan hubungan ini pun terus berlanjut apabila suasana di rumah Raka sepi dan tidak ada orang maka tante Maya selalu menghubungiku untuk memuaskan nafsu tante Maya.
batasberitaterkini.blogspot.com


0 Comentario "Mendapat Kenikmatan Dari Ibu Teman Baikku"
Posting Komentar