poker online

Aku Selalu Memuaskan Nafsu Mama Dan Tante Rani

goo.gl/hz1eC3Aku Selalu Memuaskan Nafsu Mama Dan Tante Rani



batasberitaterkini.blogspot.com  -  ketika aku sedang santai dirumah karena libur sekolah tiba-tiba aku mendapatkan telpon dari tante Rani untuk menemaninya dirumahnya karena suaminya sedang ada keperluan dinas luar kota dan harus menginap beberapa hari di luar kota untuk keperluan kerja. Karena pada pagi itu aku sedang duduk santai dengan mama, aku lalu mengajak mama untuk sekalian tidur dirumah tante Rani. Dan akhirnya mama pun setuju dan esok harinya aku dan mamaku langsung berangkat menuju rumah tante Rani.

Namaku Rudi, aku  masih berumur 20 tahun, dan tanteku Rani adalah adik kandung dari papaku. Tante Rani memiliki paras wajah yang lumayan cantik dengan memiliki bodi tubuhnya yang sangat menggoda. Umurnya belum terlalu tua dan bisa di bilang masih seperti gadis karena tante sangat pandai dalam mengurus penampilannya dan sering rajn berolahraga, umurnya sekitar 38 tahunan.

Setelah aku sampai dirumah tanteku dengan mamaku, aku sempat kaget dengan penampilan dan dengan pakaian yang dikenakan tanteku sungguh sangat menggoda. Dengan celana pendek yang dikenakannya yang berbahan legging sangat membuat nafsuku bankit, ditambah dengan kaos yang dikenakan tante kala itu adalah singlet yang tanpa lengan sangat membuatku ingin sekali meremas payudaranya yang sangat bulat dan seksi itu. aku hanya bisa menelan ludah melihat pemandangan tersebut.
Setelah kami masuk rumah tante, Aku diam di rumah bersama mama dan tante Rani. Sore itu, sekitar jam 5 sore, kulihat mama baru selesai mandi. Mama keluar dari kamar mandi memakai handuk menutupi dada dan setengah pahanya yang putih mulus. Mama berusia 40 tahun, Sangat cantik.

Saat itu entah secara tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat buah dada mama walau tidak terlalu besar tapi masih bagus bentuknya. Yang terutama jadi perhatian aku adalah vagina mama yang dihiasi bulu hitam tidak terlalu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin merawatnya.

Mama sepertinya tidak sadar kalau aku sedang memperhatikannya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi. Aku dekati pintu, lalu aku intip dari lubang kunci. Terlihat mama sedang membuka lilitan handuknya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat menggairahkan. Terutama vagina mama yang aku fokuskan. Secara otomatis tangan aku meraba penis dari luar celana, lalu meremasnya pelan-pelan sambil menikmati keindahan tubuh merangsang mama. Karena sudah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil membayangkan menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Aku orgasme.

Ketika waktu aku sedang tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara yang sedang mama memanggil aku.
Rudi.. panggil mama.
Ya, Ma… sahut aku sambil bergegas ke kamar mama.
Ada apa, Ma? tanya aku.
Pijitin badan mama, Rud. Pegal rasanya dan capek mama Rud kata mama sambil tengkurap.
Iya, Ma… jawab aku.

Waktu itu mama memakai daster. Aku mulai memijit kaki mama dari betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan ku. Karena daster mama agak mengganggu pijitan, maka aku bertanya pada mama.
Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih… tanya ku.
Emang kamu mau mijitan apa aja, Rudi? tanya mama.
Seluruh badan mama, jawab aku.
Ya sudah, mama buka baju saja, kata mama sambil bangkit, lalu melepas dasternya tanpa ragu.
Ayo lanjutkan, Rud! kata mama sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata.
Mama tidak malu buka baju di depan Rudi? tanyaku.
Malu kenapa? Kan Rudi itu anak kandung mama.. Biasa sajalah, jawab mama sambil memejamkan mata.
Aku berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan meimijit, Aku nikmati usapan tanganku di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yang memakai celana dalam merah. Setelah selesai “memijit” paha, karena masih ragu, aku tidak memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang mama.

Kok dilewat bagian bokong mama, protes mama sambil menggoyangkan bokongnya.
Rudi takut nanti mama marah… jawabku.

“Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta mijitin.. Ayo teruskan saja ya Rud,,, pinta mama.
Karena sudah mendapat perintah langsung dari mama, aku mulai meraba dan agak meremas pantat mama dari luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. penis aku sudah mulai mengeras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan aku. Karena birahi aku sudah naik, aku sengaja memasukkan tangan aku ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap saja terdiam dan tetap menikmati pijatanku, dan akupun semakin berani.

Jari tengahku pun kini mulai menyusuri belahan pantat mama sampai ke belahan vagina mama. Jariku pun sempat terdiam di bagian vagina mama. Aku takut mama marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai menggerakan jari tengah aku di belahan vagina mama. namun masih saja tetap terdiam, Terasa vagina mama juga sudah mulai basah dan mungkin mama juga diam-diam menikmati permainan tanganku yang tepat di area intimnya.

Dan aku tahu kalau mama agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jari aku di belahan memeknya. Itu perkiraan aku.
Karena mama sudah mulai basah, aku nekad masukkan jari aku ke lubang intim mama. namun Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai bergoyang agak cepat.
Rudi, kamu lagi ngapain? tanya mama sambil membalikkan badannya. sonatak Aku kaget dan takut mama marah.
“Maaf, Ma… kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama.
Rudi tidak tahan menahan nafsu… kataku dengan malu kepada mama.

“Nafsu apa? kata mama dengan nada lembut.
“Ayo Sini kamu berbaring dekat mama, kata mama kepadaku sambil menggeserkan badannya. Aku hanya diam dan tidak mengerti.
“Sini berbaring, ujar mama kepadaku.
“Tutup dulu pintu kamar, kata mama.
“Ya, Ma… kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemudian aku berbaring di samping mama.
Mama menatapku sambil membelai rambut aku.
“Kenapa bernafsu dengan mama, Rudi, tanya mama lembut.
“Apakah Mama marahkah? tanyaku dengan perasaan yang takut.
“Mama tidak marah kok.. ujar mama.
“Melihat tubuh mama, Rudi tidak tahu kenapa jadi nafsu dan jadi ingin meraba semua sisi tubuh mama, kataku. dan tapi Mama hanya tersenyum.

“Berarti anak mama kini sudah mulai dewasa.
“Kamu benar-benar mau ya sayang? tanya mama.
“Maksud mama? tanya aku yang kala itu aku juga tidak tahu maksud mama itu apa.
“Dua jam lagi Papa kamu sudah mau pulang… hanya itu yang keluar dari mulut mama sambil tangannya meraba batang kemaluanku dari luar celana yang ku kenakan.
Aku kaget sekaligus senang. Mama mencium bibir aku, dan akupun segera membalasnya. Kami berciuman mesra sambil tangan kami saling meraba dan meremas.
“Buka pakaian kamu, sayang,” kata mama. Aku hanya menurut, dan segera melepas baju dan celana.
Mama juga melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, sedangkan aku tetap berdiri.
“penis anak kesayangan mama ternyata besar juga ya, kata mama sambil meremas dan memainkannya. Enak rasanya dan aku baru pertama kali melakukan adegan ini dan mamaku lah yang pertama kali mencicipi perjakaku.
“Kamu udah pernah melakukan ini dengan perempuan tidak, sayang? tanya mama.

Sambil menikmati enaknya dikocok penis aku menjawab, “Belum pernah, Ma.. Mmhh... Mama tersenyum, entah apa artinya.
Lalu mama menarik pantat aku hingga penis aku hampir mengenai wajahnya. Lalu mama mulai menjilati penis aku mulai dari batang sampai ke kepalanya. Rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan penisku ke mulutnya. Hisapan dan permainan lidah mama sangat pandai. Tanganku dengan keras memegang dan meremas rambut mama dengan keras karena merasakan kenikmatan yang amat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan hisapannya, tapi tangannya tetap mengocok penisku perlahan.
“Enak sayang? tanya mama sambil menengadah menatapku.
“Iya, Ma.. Enak sekali, jawabku dengan suara tertahan.
“Sini sayang. penismu udah besar dan tegang. Sekarang cepat masukkan… ujar mama sambil menarik tanganku.
Mama lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pahanya. Tanpa ragu aku naiki tubuh mama. Aku arahkan penisku ke lubang memeknya. Tangan mama membimbing penisku ke lubang memeknya.
“Ayo, Rudi.. Masukkan ke vagina mama…” ujar mama sambil terus memandang wajahku.
Aku tekan penisku. Lalu terasa kepala penisku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Lalu batang penisku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang entah bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku keluar masukkan penisku di Vagina mama. Aku cium bibir mama. Mamapun membalas ciuman aku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan aku.
“Enak kan sayang? tanya mama.
“Sangat enak sekali  Ma…” jawabku sambil terus menyetubuhi mama. Setelah beberapa menit, aku hentikan gerakan penis aku.
“Kenapa mama mau melakukan ini denganku Ma kan Rudi adalah anak Mama? tanyaku. Sambil tersenyum, mata mama kelihatan berkaca-kaca.
“Karena mama sayang kamu, jawab mama.
“Sangat sayang… lanjutnya.
“Lagipula saat ini mama memang sedang ingin bersetubuh dan bercinta… lanjutnya lagi.
Aku terdiam. Tak berapa lama aku kembali menggerakan penisku.
“Rudi juga sangat sayang mama…” ujarku.
“Ohh.. sayang.. Enakk.. Mmhh…” desah mama ketika aku menyetubuhinya makin keras.
“Mama sudah mau keluar…” desah mama lagi.
Tak lama kurasakan tubuh mama mengejang lalu memeluk aku erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. Lalu..
“Ohh.. Enak sayangg…” desah mama lagi ketika dia mencapai orgasme.
Aku terus menggenjot penisku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan keluar dari penisku. Rasanya sangat kuat. Aku makin keras menggenjot tubuh mama..
“Ma, Rusi sudah tidak tahan…” ujarku sambil memeluk tubuh mama lalu menekan penisku lebih dalam ke vagina mama.
“Keluarin sayang…” ujar mama sambil meremas-remas pantatku.
“Keluarin di dalam aja sayang biar enak…” bisik mama dengan mesra.
Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam liang kenikmatan mama.
“Ahhhhh…” desahku. Lalu tubuh kami tergolek lemas berdampingan.
“Terima kasih ya, Ma… ujar aku sambil mencium bibir mama.
“Lekas berpakaian, Papa kamu sebentar lagi sudah mau pulang! kata mama.
Lalu kamipun segera berpakaian. Setengah jam kemudian Papa pulang. Mama dan aku bersikap seperti biasa dan terlihat normal.
Malam harinya, sekitar jam 11 malam, ketika mama dan Papa sudah tidur, aku dan tante Ulfa masih asyik nonton TV. Tante Rani pada malam itu hanya memakai kimono. Sesekali aku lihat paha mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. Karena sudah biasa melihat seperti itu.
Tiba-tiba tante Rani bertanya sesuatu kepadaku yang sontak membuat ku sangat terkejut.
ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan ama mama kamu di kamar? tanya tante Rani.
“Hayo, ngapain..? tanya tante Rani lagi sambil tersenyum kepadaku.
“Tidak ada apa-apa kok Tan. Aku hanya mijitin mama saja Tan,,, jawabku.

“Kok lama bangat. Sampe lebih dari satu jam,” tanyanya lagi.
“Curigaan amat sih, tante? kataku sambil tersenyum.
“Tante hanya merasa aneh saja waktu tante denger ada suara-suara yang gimana gitu… ujar tante Rani sambil tersenyum.
“Kayak suara yang lagi enak-enak gimana… ujar tante Rani lagi.
“Udah ah.. Kok ngomongnya tambah ngaco hehehe” ujarku sambil bangkit.
“Maaf dong, Rudi. Tante hanya becanda kok…” ujar tante Rani.
“Kamu mau kemana? tanya tante Rani kepadaku.
“Mau tidur ni Tan,” jawabku pendek.
“Temenein tante dong, Rani,” pinta tante.
Aku kembali duduk dikursi di samping tante Rani.
“Ada apa sih tante?” tanyaku.
“Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen ngobrol saja.
“Kamu sudah punya pacar belum? tanya tante Rani kepadaku.
“Belum tante. emangnya Kenapa? aku balik bertanya.
“Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum punya pacar?
“Banyak sih yang ngajak jalan dan untuk jadian, tapi aku tidak mau,
“Apa kamu sudah pernah berciuman dengan perempuan, Rudi?” tanya tante Rani pelan sambil wajahnya didekatkan ke wajahku.
Bibir kami hampir bersentuhan. Aku tak menjawab.
“Ni tante lagi horny kayaknya…” dalam pikirku
Tanpa banyak kata, aku langsung cium bibir tante Rani. Tante Ranipun langsung membalas ciumanku dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan.. Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono tante Rani. Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas buah dadanya dengan mesra sambil ujung jari aku memainkan puting susunya.

“Mmhh.. terdengar Suara tante Ulfa mendesah tertahan karena kami masih tetap berciuman. Tangan tante Ranipun tidak diam. Tangannya juga kini meremas penisku dari luar celana kolorku. penisku langsung tegang.
“Yuk Rudi, pindah ke kamar tante, yuk?” pinta tante Rani kepadaku.
“Iya tante…” jawabku. Lalu kami segera naik ke loteng ke kamar tante Rani.
Setiba di kamar, tante Rani dengan tak sabar segera melepas kimono dan BH serta celana dalamnya. Akupun segera melepas semua pakaian di tubuh aku.
“Ayo Rud, tante sudah gak tahan…” ujar tante Rani sambil senyum, lalu merebahkan badannya di kasur.
Aku segera menindih tubuh telanjang tante Rani. Aku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke buah dadanya. Aku jilat dan hisap puting susu tante Rani sambil meremas buah dada yang satu lagi.
“Ohh.. Mmhh.. Rud.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh…” desah tante Rani sambil tangannya memegang kepala aku.
Lalu lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, tante Rani segera melebarkan kakinya mengangkang. vagina tante Rani bersih tidak berbau. Bulunya hanya sedikit sehinga nampak jelas belahan memeknya yang bagus. Aku segera jilati vagina tante Rani terutama bagian kelentitnya.
“Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus sayang…” desah tante Rani sambil badannya mengejang menahan nikmat.
Tak berapa lama tiba-tiba tante Ulfa mengepitkan kedua pahanya menjepit kepalaku. Tangannya menekan kepalaku ke memeknya.
“Oh, Rudi.. Tante mau keluar.. Nikmat sekali.. Ohh…” desah tante Rani.
Aku bangkit, mengusap mulut aku yang basah oleh air vagina tante Rani, lalu aku tindih badannya dan kucium bibirnya. Tante Rani langsung membalas ciumanku dengan mesra.
“Isep dong penis Rudi, tante… pintaku.
Tante Rani hanya mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku kangkangi wajah tante Rani dan ku sodorkan penisku ke mulutnya. Tante Rani langsung menghisap dan menjilati penisku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat enak rasanya. Cara menghisap dan menjilat penisnya lebih pintar dari mama.
“Udah tante, Rudi udah pengen setubuhi tante… kataku.
Tante Rani melepaskan genggamannya, lalu aku arahkan penis aku ke lubang keintimananya.
“Ayo, sayang.. Tante sudah tidak tahan…” bisik tante Rani.
Lalu, bless.. sleb.. sleb.. sleb.. penisku keluar masuk vagina tante Rani.
“Sayang kamu pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kenikmatan…” kata tante ditengah-tengah persetubuhan kami.
“Ah, biasa saja, tante…” ujarku sambil tersenyum lalu ku kecup bibirnya.
Selang beberapa lama, tiba-tiba tante Rani mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku.
“Sayang, terus setubuhi tante.. Mmhh.. Ohh.. Tante mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh…” desahnya.
Tak lama tubuhnya mengejang. Pahanya erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa penisku di vaginanya.
“Tente udah keluar, sayang…” bisik tante Rani.
“Kamu hebat.. Kuat…” ujar tante Rani.
“Terus setubuhi tante, sayang.. Puaskan diri kamu…” ujarnya lagi.
Tak lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera orgasme. Kupert cepat juga gerakanku.
“Rudisudah  mau keluar, Tante…” kataku.

“Jangan keluarkan di dalam, sayang…” pinta tante Rani.
“Cabut dulu…” ujar tante Rani.
“Sini tante isepin…
Aku cabut penisku dari memeknya, lalu aku arahkan ke mulutnya. Tante Rani lalu menghisap penisku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar di dalam mulut tante Rani banyak sekali. Aku tekan penisku lebih dalam ke dalam mulut tante Rani. Tante Rani dengan tenang menelan air maniku sambil terus mengocok penisku. Lalu dia menjilati penisku untuk membersihkan sisa air mani di penisku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan tante Rani.
Aku segera berpakaian. Tante Ulfa juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan celana dalam.
“Kamu hebat, Rudi.. Kamu bisa memuaskan tante,” ujar tante Rani.
“Kalo tante butuh kamu lagi, kamu mau kan?” tanya tante sambil memeluk aku.
“Kapan saja tante mau, Rudi pasti kasih,” kataku sambil mengecup bibirnya.
“Terima kasih, sayang,” ujar tante Rani.
“Rudi kembali ke kamar ya, tante? Mau tidur,” kataku.
“Iya, sana tidur,” katanya sambil meremas penisku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi, lalu aku segera keluar.
Besoknya, setelah Papa pergi ke kantor, mama duduk di sampingku waktu aku makan.
“Rudi, semalam kamu ngapain di kamar tante Rani sampe subuh? tanya mama mengejutkanku.
Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa. Aku sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum. Sambil mencium pipiku, mama berkata, Jangan sampai yang lain tahu ya, Rudi. Mama akan jaga rahasia kalian. Kamu suka tante kamu itu ya? tanya mama. Plong rasanya perasaanku mendengarnya.
“Iya, Ma.. Vian suka tante Rani, jawabku.
“Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kalian…” ujar mama.
“Kalian hati-hatilah…” ujar mama lagi.
“Kenapa mama tidak marah,” tanya aku.
“Karena mama pikir kamu sudah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab,” ujar mama.
“Terima kasih ya, Ma…” kataku.
“Rudi sayang mama,” kataku lagi.
“Rudi, tante dan Papa kamu sedang keluar.. Mau bantu mama gak? tanya mama.
“Bantu apa, Ma? aku balik tanya.
“Mama ingin…” ujar mama sambil mengusap penisku.
“Rudi akan lakukan apapun buat mama…” kataku. Mama tersenyum.
“Mama tunggu di kamar ya? kata mama. Aku hanya mengangguk..
Sejak saat itu hingga saat ini aku menikah dan punya 2 orang anak, aku tetap bersetubuh dengan tante Rani kalau kami saling ada kesempatan. Walau sudah agak berumur tapi kecantikan dan kemolekan tubuhnya masih tetap menarik. Baik itu di rumah tante Rani kalau tidak ada Om, maupun di rumahku sendiri, ataupun di hotel.


batasberitaterkini.blogspot.com 
COMPARTILHAR:

+1

0 Comentario "Aku Selalu Memuaskan Nafsu Mama Dan Tante Rani"

Posting Komentar

Teste Teste Teste

nonton film

Teste Teste Teste

Teste Teste Teste Teste

http://i66.tinypic.com/snl8i1.gif