
batasberitaterkini.blogspot.com - Namaku Toni usiaku baru menginjak 18 tahun, aku akan menceritakan pengalamanku ketika kehilangan keperjakaanku waktu masih duduk di bangku sekolah.
Wajahku biasa-biasa aja nggak ada yang istimewa, namun aku memiliki kelebihan mungkin agak luar biasa dibandingkan dengan orang kebanyakan yaitu mempunyai kemaluan yang lumayan besar lebih kurang 16 cm dengan diameter 4,5 cm. dan ketika normal hanya dengan ukuran biasa saja yakni hanya 5 cm panjangnya.
Cerita ini berawal dari adanya hajatan dirumah nenekku yang dari ibu, kebetulan adik ibuku menikah. Semua keluarga dari ibu bermalam dirumah nenek mulai dua hari sebelum pesta dilangsungkan.
Rumah nenekku tidak terlalu besar sedangkan keluarga dari ibuku semua berjumlah 14 orang beserta anak-anaknya yang ikut kerumah nenekku, semua datang sekeluarga hanya tanteku yang bernama Tante Maya datang sendiri karena suaminya sedang tugas keluar kota dan mereka juga belum mempunyai anak. Tante Maya usianya sekitar 36 tahun wajahnya cantik dan tubuhnya sedikit gemuk namun padat terawat dan tante Maya ini juga adalah orang yang sangat kaya.
Karena dirumah udah penuh, maka tante mau menginap di losmen dekat rumah nenekku, aku mengantarnya naik motor, kemudian tanteku memilih kamar VIP yang full AC, malam itu aku pulang dan bermalam dirumah nenekku. Pagi harinya aku disuruh mengantarkan makanan untuk tante, aku pergi mengantar seorang diri dan kebetulan tante Maya baru bangun dari tidurnya.
Sesampainya di kamar tante menginap aku pun mengetuk pintu dan memanggil tante Maya, dan mungkin tante Maya sudah tahu akan kedatanganku.
“Masuk Toni..”katanya sambil membukakan pintu kamar nya
“Baik tante”, jawabku sambil masuk dan meletakkan makanan diatas meja dalam kamarnya.
“Tante terlambat bangun nih… habis semaleman tante ngak bisa tidur… kayaknya losmen ini serem deh Maya, jadi tante agak takut jadinya, dia bercerita
“Eh… tunggu dulu ya… tante mau mandi dulu dan habis itu kamu mau bonceng Tante ya, ke Rumah Ibu, tante males mau naik becak”, sambungnya.
“baik tante..”, jawabku.
Tante masuk kekamar mandi sedangkan aku duduk di kursi yang tersedia di dalam kamar losmennya. Suara air mengguyur badannya kudengar, dan tiba-tiba otak kotorku berjalan ketika kulihat lobang kunci kamar mandinya.
Aku berjalan pelan-pelan menuju kamar mandinya terus aku mengintip kedalam, kulihat tanteku lagi menyabuni seluruh tubuhnya dan aku terpana melihat tubuhya yang mulus dengan buah dada yang besar dan kulihat lagi bulu vaginanya yang rapi, mungkin tante Maya rajin merawat dan mencukur bulu vaginanya, aku menelan ludah dan otomatis penisku langsung menegang.
Agak lama aku mengintip tante mandi sambil nafasku ngos-ngosan ngak tahu kenapa sampai akhirnya tante Maya selesai aku cepat-cepat duduk kembali dikursi sambil pura pura bermain Hp. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
“Hayo SMS sama pacarnya ya ?” Tiba-tiba terdengar suara tante Maya didepan ku
“eh enggak tante…masih belum punya pacar “jawabku gugup, maklum orang berbuat salah pasti pikirannya kalut
“Toni… kamu keluar dulu ya… tante mau ganti baju trus kita berangkat, biar tante mau makan dirumah ibu aja”, kata tanteku.
Aku keluar dari kamarnya dan menunggu diruang loby sampai akhirnya tanteku datang dan kami berdua berangkat kerumah nenek. Malam harinya sekitar jam 9 malam tante Maya minta diantarkan ke losmen lagi, dan tante Maya cerita sama ibuku bahwa tante agak ketakutan tidur sendiri di losmen.
Dia meminta aku untuk menemaninya, dan ibuku mengizinkannya, jadilah aku malam itu menginap di losmen menemani tante Maya. Berhubung tempat tidurnya single bed maka aku tidur dibawah. Tante Maya tiduran sambil menerima telpon dari saminya, dari omongannya tante cerita lagi ditemani aku karena takut keadaan losmen yang seram ini menurutnya.
Sekitar jam 11 malam aku bangun pingin buang air kecil karena hawa AC di malam itu membuat ku seakan ingin buang air kecil, aku pergi kekamar mandi dan mulai buang air kecil…. Setelah aku membasuk penisku mataku tertuju pada celana dalam berwarna pink yang ada digantungan di kamar mandi.
Iseng aku memegangnya dan kuperiksa celana dalam itu, lalu karena penasaran kucium celana dalam itu pas dibagian yang menutupi lobang vaginanya, kuhirup aromanya dan hmmmm… darahku mengalir deras dan detak jantungku deg-deggan langsung aja aku horny saat itu, kuulang ulang mencium CD itu dan aku tambah horny saja. penisku pun sudah mulai mengeras.
Dalam pikiranku berkata, wah berarti tante Maya saat ini tidur ngak pake CD dan ketika keluar dari kamar mandi mataku otomatis tertuju pada bawah pusar tante yang saat itu terlentang dengan dengkuran yang halus, namun tidak dapat kulihat dengan jelas karena lampu kamar yang redup.
Malam itu aku ngak bisa tidur, terbayang tubuh tante yang lagi mandi juga terbayang Cdnya juga terbayang yang lain-lainnya dengan penisku yang tegak ngak tidur-tidur… gawat… pikirku dalam hati. Kulirik jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, namun mataku ngak bisa terpejam, tiba-tiba aku dengar suara:
“Toni... Ton”
Aku pura-pura ngak mendengar.
“Toni......, kali ini suaranya agak keras dan kayak orang gemetaran.
“Iya tante Maya ada apa? tanyaku sambil pura-pura lemas.
“Tolong Maya tante pinjam selimutnya, ngak tahu nih tante tiba-tiba menjadi kedinginan.. balasnya.
Aku bangun dan berjalan menghampirinya sambil menyerahkan selimut yang aku jadikan alas,,, lalu tante berkata kepadaku,'' kamu tidur diatas aja Toni disamping tante…
“Iya tante… jawabku, tetapi dadaku tambah deg-degan, maklum otakku mulai ditumbuhi hal-hal porno.
“Sini selimutnya berduain biar kamu ngak kedinginan”, katanya, seperti kerbau dicucuk hidungnya aku nurut aja memepetkan badanku kedekat tante, maklum selimutnya kecil jadi untuk berdua harus mepet.
Tante Lucy miring membelakangiku sedang aku masih terlentang, kudengar nafasnya teratur dengan halus menandakan dia terlelap lagi, aku menghadap tanteku dan tak sengaja kontolku menyentuh pantatnya, ada desiran aneh didarahku dan rasa hangat dikemaluanku,
aku sengaja menyentuhkan kemaluanku di pantatnya dan rasa hangat itu kembali menjalar, semakin kudekatkan dan semakin menempel aku makin merasakan kehangatan itu, aku berhati-hati sekali takut tante Maya terbangun aku menyingkapkan daster bagian belakang tante keatas,
oww… terlihat jelas buah dadanya yang sangat mulus, maklum belum punya anak, dan diantara dua belah pantatnya ada sebuah gundukan berbulu dengan garis memanjang ditengahnya. Pikiranku makin tak karuan dan kulihat penisku, nampak diujungnya mengeluarkan cairan bening yang licin langsung kuoleskan keseluruh ujung kepala penisku.
Perlahan aku sentuhkan penisku ke gundukan berbulu milik tante Maya, "ohh" aku merintih perlahan merasakan sensasi sentuhan penisku pada vagina tante Maya, kugerakkan sedikit pantatku untuk menekan vagina tante Maya, namun aku tidak tahan menahan sesuatu yang hendak meledak keluar dari dalam penisku.
Dan... croot… croot… croooot… aku keluar… kupejamkan mataku untuk menikmatinya, Kulihat spermaku banyak tumpah dibulu vagina dan paha bagiaan dalam tante Maya, karena takut tante Maya terbangun maka aku segera tidur, dengan senyum penuh kepuasan.
“Toni ayo…bangun udah jam 8 pagi,,, sayup kudengar ada orang membangunkanku, aku segera membuka mata dan melihat tante sudah selesai mandi. Tante Maya memakai handuk yang dililitkan didadanya sambil tersenyum tante Maya menghampiriku dan duduk disebelahku
“Toni tadi malam kamu mimpi ya..?”
“Engak tan… belum sempat aku menjawab tante Mayameneruskan bicaranya.
“Berarti sekarang kamu sudah Dewasa dan kamu mimpi basah ya semalam dan akhirnya kau tertuju ke celanaku yang berbecak oleh sperma ku tadi malam,,,, Ohhhh'' tidak... dalam hatiku akau berkata,,, ketahuan ni aku
“kamu harus mandi wajib, tadi pagi di paha dan pantat tante banyak kena tumpahin sperma kamu”, kata tante Maya.
“Maaf tante… Toni tidak sengaja”, jawabku spontan karena terkejut, “mati aku… Duh malunya…”, bathinku dalam hati.
“Nah lihat itu… burung kamu bangun mulai lagi… kata tante Maya sambil matanya melihat kebawah perut ku.
Astagaaaaaa… Rupanya semalam aku lupa memasukkan burungku kedalam CD ku dan mulai pagi tadi dilihat sama tante.
“Maaf tante… kataku dengan malu-malu sambil menarik celanaku dan memasukkan batangku kedalam Cdku, tiba- tiba.
“Jangan dimasukkan dulu Ton…! Toni kan sudah dewasa sekarang… namun Tante belum diketahui Toni itu sempurna apa tidak…”, kata tante Maya.
“Sempurna gimana tante? tanyaku sambil menggeruntukan dahiku, untuk yang ini aku memang ngak tahu, bukan pura pura ngak tahu.
“Kadang ada orang yang sukanya sesama jenisnya sendiri, trus ada yang impoten akhirnya ditinggal pergi sama istrinya, jadi tante pingin tahu Toni sempurna apa tidak, kamu keluarin lagi aja burungnya! perintah tante Maya, Akupun spontan mengeluarkan lagi penisku dari dalam celanaku yang kebetulan masih kaku.
Kulihat Tante menelan ludah sedikit melirik kepenisku, dan tante Maya berkata “Toni diam aja ya nanti, Didi pejamkan mata aja kalau takut sakit, ini Cuma tes aja koq…
“Baik tante.”
Aku memejamkan mata, dan aku rasakan tante Maya naik keatas tubuhku tanpa melepas handuk yang dipakainya, dan kurasakan penisku tertempel oleh benda berbulu dan basah sehingga aku merasa sedikit geli dan terkejut .
“Emm... aku berguman sambil terpejam.
“Kenapa Toni…sakit.. agak berbisik suara tante Maya dengan nafas sedikit bernafsu.
“Enggak tante…ngak apa-apa.”
Ada sedikit gerakan yang dilakukan tante Maya sehingga vaginanya menekan penisku kearah atas trus kebawah dan itu berlangsung beberapa saat, aku merasakan geli yang luar biasa dan aku menggigit bibir bawahku supaya tidak bersuara,
aku membuka sedikit mataku ingin melihat wajah tante, ternyata tante Maya memejamkan matanya juga sambil menggigit bibirnya juga, gesekan antara vagina tante Maya dan penisku makin licin sehingga berbunyi “… coop… coop… coop… setiap tante Maya memaju mundurkan vaginanya diatas penisku.
Kemudian tante Maya berhenti bergerak, dan dengan nafas agak tak teratur
“Toni… sekarang tes terakhir ya…
“iya tante… Toni siap tan.
Aku merasakan jari tante memegang penisku bagian tengahnya, sesaat kemudian aku merasakan kepala penisku menyeruak suatu lubang yang agak lebar sehingga gampang masuknya, aku merasakannya sambil memejamkan mata dan menikmatinya.
Ketika baru sepertiga masuk aku merasakan ujung penisku membentur semacam dinding yang berlobang kecil sekali, dan lobang itu kayaknya seperti cincin, kepala penisku terarah kesana dan kurasakan pemilih lobang itu yaitu tante Maya berusaha untuk memasukkan kepala penisku kelobangnya namun agak kesulitan.
Kurasakan tekanan tante makin kuat terhadap penisku dan sepertinya kulit kepala penisku terkupas oleh cincin itu rasanya nyilu nyilu enak sehingga aku keluar suara.
“aakh…
Tante Maya menghentikan gerakannya .
“Gimana Ton… Sakit ya?
“Enggak tante ngak apa apa…
Tiba-tiba kurasakan lobang cincin itu berkedut-kedut dan meremas perbatasan antara kepala penisku dan batangnya, tadi mungkin kepalanya sudah melewati cincin itu, dan sepertinya kepala penisku diempot oleh benda didalam vagina tante.
“Akh… akh… tiba-tiba tante Maya juga bersuara.
Kembali kurasakan jepitan cincin itu makin kuat dan penisku sepertinya tersiram air hangat didalam vagina tante Maya, akupun kehilangan kendali merasakan jepitan itu dan tidak dapat menahan sesuatu yang akan keluar dari dalam penisku dan aku terpekik akh…
Crooot…croot..crot… Sekitar 4 kali cairan itu menyemprot kedalam vagina tante Lucy. Penisku masih tertanam didalam vagina tante beberapa saat kulihat tante Maya masih memejamkan matanya
“Udah tante tesnya…? tanyaku.
“Emm udah… Toni, ternyata kamu laki-laki yang normal, jawabnya sambil mengangkat pantatnya melepaskan penisku di vaginanya, trus tante Maya berjalan ke kamar mandi.
Aku merasa sangat puas sekali pada pagi itu dan aku pun diajak oleh tante untuk mendi bersama dan kami pun melakukannya sekali lagi di dalam kamar mandi dengan nafsu tante yang sudah menggebu dan untuk kali ini permainan kami di kamar mandi kami melakukannya dengan posisi berdiri dan sungguh sangat nikmat sekali dan ini merupakan pengalaman yang tidak dapat ku lupakan.
Dan itulah awal permainan intim ku dengan tante Maya.
batasberitaterkini.blogspot.com


0 Comentario "Pengalam Pertamaku di Ajari ML Oleh Adik Ibuku"
Posting Komentar