
batasberitaterkini.blogspot.com - Meisya seorang wanita kantoran yang berumur 35 tahun yang sampai saat ini masih belum menemukan jodohnya. Beberapa kali kegagalan dalam percintaan membuat Meisya muak dengan mahkluk yang namanya lelaki, namun tidak dipungkiri Meisya sama sekali tidak alergi dengan yang namanya percintaan dengan lelaki. Menginjak umurnya yang tak muda lagi, Meisya sangat berkonsentrasi dengan karirnya. Seminggu dua kali dia menyempatkan diri untuk menggaet lelaki muda demi memuaskan nafsu birahinya tanpa ikatan. Meisya mempunyai tubuh yang montok. Meisya juga rajin olahraga seperti yoga, fitness, body combat dan lain-lain.. dengan mempunyai payudara yang terlihat sangat montok dengan ukuran 38C.
Meisya tinggal sendiri di komplek rumah dinas yang diberikan atas jabatannya. Otomatis semua pekerjaan rumah tangga dikerjakan sendiri. Jarak dari rumahnya ke kantor Tidak begitu jauh, namun situasi kota Metropolitan membuat Meisya harus berangkat pagi untuk menghindari kemacetan dan baru sampai di rumah lagi pukul 18.00. Setiap hari Meisya harus bergelut dengan kemacetan dan saat sampi rumah Meisya memilih langsung tidur di kamarnya. Setelah dipikir-pikir dia membutuhkan pembantu rumah tangga. Dan dengan segala pertimbangannya, Meisya lebih memilih mengambil pembantu rumah tangga langsung dari kampung ketimbang ambil dari biro jasa penyalur pembantu.
Siang itu hari sabtu, pembantu baru Meisya tiba. Namanya Nining. nining merupakan janda yg sudah mempunyai seorang anak. Usia nining sekitar 25-26 tahunan. Sedangkan anaknya sudah berumur 2 tahun dan ditinggal di kampung. Hari pertama kerja nining sangat memuaskan.
Meisya seminggu 2 kali selalu membawa brondong pulang untuk memuaskan hasrat seksualnya. Namun sekarang agak berbeda semenjak ada ninig. Meisya menyuruh ninig pergi dulu dari rumah sebelum si brondong datang dan memberikan uang lebih agar ninig bisa pergi keluar kompleks sampai Meisya menelponnya untuk balik pulang. Sebulan-dua bulan nining nurut saja dengan permintaan Meisya, sampai pada akhirnya di bulan ketiga rasa keingintahuan nining memuncak. Segera setelah diberikan uang untuk pergi, nining keluar kompleks dan menunggu disana. Berselang 30 menit, ada mobil yang masuk di halaman rumah majikannya. nining asing dengan mobil itu. Maklum kompleks rumah dinas cuma ada 16 rumah, yang ditempati hanya 10 rumah dan yang ada mobilnya hanya 8 rumah sehingga nining juga hafap dengan semua mobil karena di setiap harinya selalu ia lihat.
Setelah menunggu sekitar 20 menit nining kembali masuk kompleks. Namun nining tidak masuk dari pintu depan, melainkan masuk dari pintu samping yang sebelumnya sengaja tidak dikunci biar gampang masuk. nining mengendap-ngendap masuk. Suasana dalam rumah gelap sekali hanya lampu meja yang remang-remang yang menyala. nining kemudian melangkah ke arah kamar Meisya. Terdengar ada suara laki-laki dan perempuan berbincang manja. Tak lama kemudian nining juga mendengar lenguhan panjang Luna dari dalam dan kemudian sepi. Setelah beberapa saat lampu di dalam kamar Luna menyala dan terpancar dari sela pintu di bawah. nining pun panik dan lari menjauh, mencari tempat sembunyi, nining kemudian merangkak ke bawah meja makan agak jauh dari kamar Meisya. Terlihat dua pasang kaki keluar dari kamar. nining kembali mendengar lenguhan panjang Meisya. nining kemudian membayangkan Meisya sedang dicumbui laki-laki tersebut dari belakang. nining tak bisa mekihat jelas karena terhalang meja dan taplak tempatnya bersembunyi. nining membayangkan mungkin laki-laki tersebut sedang menggerayangi Meisya dari belakang.
Seketika tubuh Meisya berputar dan sedikit menjinjit, suara lenguhan-lenguhan kembali muncul. Kaki Meisya terlihat seperti tidak dapat mengimbangi serangan-serangan dari laki-laki tersebut. Meisya dihimpit di tepi kusen pintu. Kedua kaki Meisya terangkat menggantung dan hanya menyisakan kaki sang laki-laki. nining membayangkan tubuh Meisya sedang diangkat. Kedua kaki Luna bergoyang-goyang maju mundur seirama dengan rintihan dan desahan Meisya.
“Aaahhh sakiittt…” jelas terdengar oleh nining dari bawah meja.
“Apanya yang sakit sayang? jawab si laki-laki.
“Punggungku” balas Meisya.
“Oh aku kira kemaluanmu dengan penis aku ayng besar ini” ucap si laki-laki.
“Kalo itu sih enak banget..aaaahhh…” racau Meisya.
Kemudian nining sedikit melihat si laki2 menggendong Meisya ke meja kerja. Kini kaki Meisya terangkat tinggi dan tak terlihat lagi.
“Sodok yang cepet sayang nanti keburu nining datang” kata Meisya.
“Iiihhh tante tenang donk…” ucap si laki-laki.
Kok tante? kata Runi dalam hati ''kenapa panggilnya tante'' tanya nining dalam pikirannya. Disela-sela nining perpikir, genjotan si laki-laki semakin menjadi terlihat dari dengkul kaki yang meregang dan menegang naik turun ditambah derit kaki meja yang sejajar dengan genjotan si laki-laki.
“Aaaahhhh…yeesss…enak sayaaaang…” Lunguhan Meisya dibarengi helaan nafas panjang lega dari si laki-laki. Tak lama kemudian kaki Meisya muncul lagi ditepi meja kerja.
“Tokong ambilkan tisu donk, spermanya netes nih sayang” pinta Meisya kepada laki-lakiitu. Segera si laki-laki berjalan menuju meja makan mengambil tisu. Kemudian mengelap lelehan cairan spermanya di meja. nining yg melihat dan mendengar membuat perasaannya campur aduk, antara takut ketahuan, penasaran siapa si laki-laki tersebut dan disaat yang bersamaan juga merasakan memeknya basah. Sepertinya nining horny melihat film pendek barusan. Persembunyian nining masih tertutup erat ditambah lampu ruang tengah yang masih temaram dari satu lampu meja telepon saja, di samping lampu dari kamar Meisya.
“Pakai baju sana” kata Meisya.
“Iya tante” jawab si laki-laki .
“Makasih ya untuk kenikmatan yg kamu berikan hari ini” ucap Meisya lagi.
Luna kemudian turun dari meja kerja dan masuk ke kamar, setelahnya keluar dengan menggunakan kimono tidur. nining tidak memperhatikan si laki-laki yang sudah menggunakan celana jeans. Mereka berdua pun jalan ke arah ruang tamu. Tak lama suara mesin mobil menyala dan terdengar menderu menjauhi rumah Meisya. Merasa sudah aman kemudian Meisya mencoba untuk menelpon nining. Tiba-tiba… bunyi nada dering dari HP nining berbunyi dari saku celana. Meisya kebingungan dan segera lari ke dalam untuk mencari sumber suara. nining yang panik karena HP nya berbunyi terperanjat dan kepalanya terjedut bawah meja. HP nining pun mencelat dari saku celana dan terlempar keluar dari kolong meja dan berhenti tepat di depan kaki Meisya.
“nining…?” kata Meisya kaget.
“Kamu di bawah situ?” tanya Meisya lagi.
Tanpa menjawab kemudian nining merangkak keluar tertunduk malu.
“Kenapa kamu bisa di bawah situ, bukannya saya menyuruh kamu keluar dulu kayak biasanya?” tanya Meisya pelan.
“Maaf bu…sa..saya…” jawab nining terbata-bata.
“Saya apa?” tanya Meisya lagi.
“Iya bu, maaf, sebenarnya tadi saya sudah keluar, tapi HP nining ketinggalan…Makanya saya balik lagi untuk ambil HP bu, berhubung ada tamu ibu saya sungkan masuk dari luar dan saya masuk dari pintu samping, saat saya masuk di dalam gelap sekali, saya juga mendengar ada suara ibu dengan seorang laki-laki, karena saya takut makanya saya ngumpet di kolong meja” kata nining sambil mencari alasan.
“Ooh gitu ya” ubar Meisya.
“Ya sudah tidak apa-apa kok ning, tapi saya minta kamu gak usah omongin apa-apa soal ini ke orang-orang ya, gak ke tetangga, ke pembantu tetangga, ke satpam juga. Nanti saya tambahin duit kamu. Paham?” ucap Meisya.
“Iya bu saya paham” jawab nining.
Minggu demi minggu berlalu, Meisya dan nining semacam meraih kesepakatan bersama agar Meisya menambahkan uang jajan setiap kali nining ditugaskan untuk keluar kompleks dan nining pun dengan kesadaran diri membungkam mulutnya untuk tidak bertanya soal apa yang terjadi malam itu. Ataupun malam-malam berikutnya.
Minggu sore nining dan Meisya sedang berada di dapur. nining sedang mencuci piring sedangkan Meisya sedang bersiap-siap untuk membuat jus di meja.
“Kamu udah menjanda berapa tahun ning?” kata Meisya memecahkan keheningan.
“Udah hampir 3 tahun bu” jawab nining.
“Selama itu apa kamu ga pengen gituan?” tanya Meisya.
“Gituan apa bu?” tanya balik nining kepada majikannya.
“Ah kamu belagak bego…diumur kamu sekarang ini lagi gairah-gairahnya ngesex kan? ucap Meisya.
“Hehehe..ibu kog tahu sih…” jawab nining dengan nada yang malu.
“Kamu ga coba minta jatah mantan suami kamu tao gimana gitu?” desak Meisya.
Nining sebenarnya mulai risih dengan pertanyaan-pertanyaan yg dilontarkan oleh Meisya, namun mengingat yang bertanya adalah majikan dia wajib menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh majikannya.
“Ya gimana bu, saya sudah muak sama yang namanya laki-laki bu, mereka egois. Kalo soal kepuasan gampanglah bu, pake terong atau kalau ada uang ingin beli dildo bu'' canda nining kepada majikanya dan itu juga bisa hahaha…” jawab nining dengan sekenanya.
“Tapi rasanya kan beda ning” kata Meisya.
“Sama aja sih bu, malah enakan sama terong timbang sama penis lelaki” jawab nining.
“Oya bu saya mau tanya tapi sebelumnya saya minta maaf kalo saya lancang, itu yg datang semuanya pacar ibu? sambung nining bertanya.
“Bukan ning, mereka cuma anak kecil saya manfaatin aja untuk memeuaskan nafsu birahiku, gak perlu pacar saya. Samalah kayak kamu, kepuasan penis masih perlu, tapi untuk muasin diri saya gak perlu-perlu amat sih. Saya cuma butuh mereka kalau rangsangan dari tanganku gak bisa menuhin nafsuku.” jawab Meisya menjelaskan.
Obrolan semakin memanas dan keduanya pun justru saling berbagi mengenai bagaimana mereka memuaskan diri tanpa bantuan kontol lelaki. nining dan Meisya saling membelakangi, namun nining tidak menyadari kalo Meisya sudah berhenti menyiapkan bahan-bahan untuk jus dan berbalik ke arah nining. Tubuh nining juga montok hampir mirip dengan tubuh Meisya. dengan buah dada super montok dengan ukuran BH 36B. Meskipun terbalut kaos oblong bekas milik Meisya dan rok selutut. Tetap saja lekuk tubuh nining entah kenapa membangkitkan gairah Meisya. Kemudian Meisya memberanikan diri memeluk nining dari belakang
“Aduh bu kenapa ini?” tanya nining dengan nada kaget.
“Katanya kamu gak butuh laki-laki lagi, sama kayak aku juga gak butuh laki-laki, kita berdua sama-sama tau gimana cara memuaskan diri kita masing-masing bukan” jawab Meisya sambil membelai rambut nining.
“Aku jadi penasaran kalo kita bisa saling memuaskan” imbuh Meisya.
“Ah…ibu jangan bu…” elak nining.
Dia mencoba mundur dari meja cuci piring namun Meisya menghimpitnya. Meisya jadi horny begitu mendengar nining menceritakan aktifitas sexnya. nining yang masih mencoba untuk meronta tapi Meisya kembali memeluknya dari belakang. Tangan kanan Luna mencoba meremas lembut toket nining tapi ditahan dengan tangan kiri nining. Sambil bertumpu di meja cucian piring nining kembali meronta mundur ke belakang. Tapi Meisya menghimpit dan menahan nining agar tak bisa kemana-mana. nining pun mulai kalut dalam nafsu. Terdengar nafas beratnya dan matanya merem melek saat Meisya menciumi tengkuk dan leher nining.
Meisya lalu menggesek-gesekkan vaginanya yang masih terbungkus celana hotpants ke pantat nining yang kini roknya telah tersingkap, menyisakan celana dalam pink terlihat. Remasan buah dada yang dilakukan Meisya semakin lama semakin menjadi. Keduanya kini saling mengimbangi gesekan-gesekan. Tak tahan nining pun akhirnya membalikkan kepala untuk melihat ke arah Meisya. Meisya serta merta langsung menyerang bibir tipis nining dengan ciumannya yang dahsyat. nining terperanjat. Baru kali ini dia bercumbu dengan majikannya. Baru kali ini pula ia bercumbu dengan seorang wanita, dan baru kali ini pula dia merasakan getaran birahi sedemikian hebatnya hingga nining yang awalnya menyerah menerima ciuman Meisya kini membalas lumatan dengan garang. Meisya tak kuasa, ia menciumi nining dengan sepenuh tenaga, sisa tenaga yang tak tersalurkan melalui gesekan-gesekan vagina dan ramasan toket ataupun cumbuan mautnya ia salurkan dengan menjambak-jambaki rambut nining. Dengan penuh perasaan tentunya. Meisya kemudian memutar balikkan tubuh nining, kaki mereka diposisikan saling bersilangan hingga kedua wanita montok ini menggesek-gesekkan memeknya satu ke yang lainnya sambil masih bercumbuan. Meisya sesekali memeriksa celana dalam nining yang telah basah. Ini merupakan sinyal bagus karena lawan mainnya ternyata menerima respons.
Pergulatan mereka berdua sepertinya tidak bisa diselesaikan di ruang dapur. Kemudian Meisya yang bertenaga lebih besar ketimbang nining, dengan kedua tangannya meremas bokong padat nining dan mengangkat nining ke gendongannya. nining pun bereaksi melompat ke pangkuan Meisya dan melingkarkan kedua kakinya ke perut Meisya, Meisya memeluk erat tubuh nining dan mulai menggerayangi toket nining dengan mulutnya. Meisya berjalan menuju kamar. AC kamar sudah menyala siap menyambut kedatangan dua pegulat kelas menengah untuk bertarung syahwat di kasur yang sudah tertata rapi. Meisya melempar nining ke kasur.
“Ayo ning buka pakaian kamu” perintah Meisya. Tanpa diperintah dua kali, nining segera melucuti seluruh pakaiannya. Begitupun dengan Meisya. Kini mereka berdua sudah telanajang bulat.
vaginanya memeknya untuk mempertahankan birahi yang sedang tinggi-tingginya ini. Melihat pemandangan itu memebuat Meisya semakin tak kuasa. Diterjangnya nining dan dalam sepersekian detik keduanya sudah berpelukan dengan posisi kaki bersilangan dan saling menggesekkan kemaluannya pada paha lawan tarungnya. Ciuman demi ciuman dilancarkan kedua wanita ini. Tubuh keduanya menggeliat tak karuan ditunjang dengan keringat yang bercucuran mengalahkan dinginnya AC. Sambil bergesek-gesekkan tribbing, mereka adu kuat dan menunjukkan dominasi masing-masing dengan bergantian untuk berada di posisi atas. Setelah bergulat selama kurang lebih 15 menit, nining akhirnya terlihat menyerah, gesekan vaginanya berubah menjadi jepitan paha dan tidak terasa oleh Meisya gerakan menggesek yang dilakukan oleh nining. Tak lama pinggul nining pun bergetar hebat dan “CROOOTTT…” Luna merasakan basah di pahanya. Wow… ternyata nining ini squirter, alangkah jackpotnya.
“Maaf bu saya keluar duluan” ucap nining melemas.
Meisya pun tetap melancarkan serangannya dan ternyata secepat kilat nining kembali panas.
“Saya akan buat ibu puas” kata nining.
Meisya hanya diam saja saking nikmatnya menjilati kedua toket nining secara bergantian. Posisi terakhir dimana Meisya berada di atas nining diputarbalikkan dan nining pun merangkak ke bawah dan mulai menjilati memek Meisya. Menerima perlakuan itu, Meisya melenguh nikmat dan tububnya menggeliat terkayang-kayang, kedua pahanya kini bertumpu pada pundak nining. nining menyiksa Meisya dengan jilatan mautnya. Ternyata nining lebih jago dalam urusan jilmek. Rontaan Meisya membuat nining terhempas kesana kemari namun nining bertahan dengan mengunci posisi dan memeluk erat pinggang Meisya.
Tak lama kemudian Luna menjambak rambut nining dari sela pahanya sambil pitingan pahanya menjepit kepala nining semakin keras.
“Oooohhhh Yeeessss…..nikmaaaattttt…CROOOOOTTT…”
Cairan panas deras menyembur dari memek Meisya menyemprot muka nining yang masih berada di selangkangan Meisya. nining yang sambil jilmekin Meisya rupanya sedari tadi juga ngobel memeknya sendiri. Mendengar erangan Meisya saat mencapai kepuasan, nining pun terangsang dan meraih klimaksnya yang kedua. Jeritan Meisya pun di sahut dengan jeritan nikmat nining. Meisya mengambil nafas perlahan-lahan terengah-engah untuk mengembalikan kesadaran. Selama ini dia selalu dibuat squirt oleh brondong-brondong, namun gak pernah yang nikmatnya seperti ini. Tubuh Meisya melemas, jepitan paha Meisya pada kepala nining kini sudah terbuka. Kedua wanita itu terkulai lemas di atas kasur.
“Dengar ning, mulai sekarang aku gak akan pakai brondong lagi untuk muasin nafsu sexku. Aku akan pakai kamu saja” ucap Luna.
“Siap bu, asal saling memuaskan” jawab nining.
Meisya kini lebih menikmati bercinta dengan wanita khususnya dengan nining. Karena nining tahu benar bagaimana memuaskan seorang wanita, wajar karena dia sendiri adalah seorang wanita yang sudah tau celah-celah untuk memaksimalkan kepuasan. Meisya semakin sayang dengan nining. Kini penampilan nining berubah menjadi modis dan tidak terlihat seperti pembantu. Kulitnya yang tadinya sawomatang pun mulai memutih. Rambutnya yang tadi acak-acakan gak karuan pun sekarang sudah lurus dan dipotong pendek sebahu. Perawatan kewanitaan semuanya Meisya tanggung dan dibayar mahal dengan kesetiaan menjadi pembantu rumah tangga sekaligus budak seks Meisya. Meisya tak jarang mengajak nining saat kantornya menyuruh Meisya untuk perjalanan dinas keluar kota. Sudah tidak terhitung berapa kota yang telah mereka tandai dengan percintaan kamar hotel mereka. Satu-satunya yang belum Meisya lakukan adalah mengajak nining keluar negeri.
Dan semenjak dari adanya nining aku tidak pernah lagi mencari berondong untuk memuaskan nafsu seksku.
batasberitaterkini.blogspot.com


0 Comentario "Kepuasan Bercinta Dengan Sesama Jenis Lebih Menantang Ketimbang Bercinta Dengan Berondong"
Posting Komentar