poker online

Kepuasan Yang Kuberikan Saat Bercinta Dengan Guruku

Kepuasan Yang Kuberikan Saat Bercinta Dengan Guruku

batasberitaterkini.blogspot.com - Teman-teman biasa memanggilku Bayu. Aku tinggal di Bogor. Tinggiku sekitar 167 cm, bentuk wajahku tidak mengecewakan, imut-imut kalau teman-teman perempuanku bilang. Langsung saja aku mulai dengan pengalaman pertamaku 'Making Love' (ML) atau bercinta dengan seorang wanita.

Saat itu sedang musim ujian, sehingga kami diawasi oleh guru-guru dari kelas yang lain. Kebetulan yang mendapat bagian mengawasi kelas tempatku ujian adalah seorang guru bernama ibu Merry, umurnya masih cukup muda , sekitar 26 tahunan. Tinggi badannya sekitar 155 cm. Kulitnya putih bersih, hidungnya mancung, bentuk wajahnya oval dengan rambut lurus yang di potong pendek sebatas leher, sehingga memperlihatkan lehernya yang jenjang.

Yang membuatku sangat tertarik adalah tonjolan dua bukit payudaranya yang cukup besar, bokongnya yang sexy dan bergoyang pada saat dia berjalan. Aku sering mencuri pandangan padanya dengan tatapan mata yang tajam, ke arah meja yang didudukinya. Kadang, entah sengaja atau tidak, dia balas menatapku sambil tersenyum kecil. Hal itu membuatku berdebar-debar tidak menentu. Bahkan pada kesempatan lain, sambil menatapku dan memasang senyumnya, dia dengan sengaja menyilangkan kakinya, sehingga menampakkan paha dan betisnya yang mulus.

Di waktu yang lain dia bahkan sengaja menarik roknya yang sudah pendek (di atas lutut, dengan belahan samping), sambil memandangi wajahku, sehingga aku bisa melihat lebih dalam, kearah selangkangannya. Terlihat gundukan kecil di tengah, dia memakai celana dalam berbahan katun berwarna putih.

Aku agak terkejut dan sedikit melotot dengan 'show' yang sedang dilakukannya. Aku memandang sekelilingku, memastikan apa ada teman-temanku yang lain yang juga melihat pada pertunjukan kecil tersebut. Ternyata mereka semua sedang sibuk mengerjakan soal-soal ujian dengan serius. Aku kembali memandang ke arah ibu Merry, dia masih memandagku sambil tersenyum nakal.

Aku membalas senyumnya sambil mengacungkan jempolku, kemudian aku teruskan mengerjakan soal-soal ujian di mejaku. Tentu saja dengan sekali-kali melihat ke arah meja ibu Merry yang masih setia menyilangkan kakinya dan menurunkannya kembali, sedemikian rupa sehingga memperlihatkan dengan jelas selangkangannya yang indah.

Sekitar 30 menit sebelum waktu ujian berakhir, aku bangkit dan berjalan ke depan untuk menyerahkan kertas-kertas ujianku kepada ibu Merry.
"Sudah selesai?" katanya sambil tersenyum.
"Sudah bu..." jawabku sambil membalas senyumannya.
"Kamu suka dengan yang kamu lihat tadi ?" dia bertanya mengagetkanku.

Aku menganggukkan kepalaku, kami melakukan semua pembicaraan dengan bisik-bisik.
"Apa saya boleh lihat lagi nanti?" kataku memberanikan diri.
"Kita ketemu nanti di depan sekolah, setelah ujian hari ini selesai, oke ?" katanya sambil tersenyum simpul. Senyum yang menggetarkan hatiku dan membuat tubuhku jadi panas dingin.

Siang itu di depan gerbang sekolah, sambil menenteng tasnya, bu Merry mendekati tempatku berdiri dan berkata, "Bayu, kamu ikuti saya dari belakang". Aku mengikutinya sambil menikmati goyangan pinggul dan pantatnya yang aduhai. Ketika kami sudah jauh dari lingkungan sekolah dan sudah tidak terlihat lagi anak-anak sekolah di sekitar kami, dia berhenti, menungguku sampai di sampingnya.

Kami berjalan beriringan. "Kamu benar-benar ingin melihat lagi ?" tanyanya memecah kesunyian.
"Lihat apa bu?" jawabku berpura-pura lupa, pada permintaanku sendiri sewaktu dikelas tadi pagi.
"Ah, kamu suka berpura-pura..." katanya sambil mencubit pinggangku pelan.
Aku tidak berusaha menghindari cubitannya, malah aku pegang telapak tangannya yang halus dan meremasnya dengan gemas.

Akhirnya kami sampai pada suatu rumah kecil, agak jauh dari rumah-rumah lain. Sepertinya rumah kontrakkan, karena tidak terlihat tambahan ornamen bangunan pada rumah tersebut. Bu Merry membuka tasnya, mengeluarkan kunci dan membuka pintu. "Bay, masuklah. lepaskan sepatumu di dalam, tutup dan kunci kembali pintunya!" perintahnya cepat. Aku turuti permintaannya tanpa banyak bertanya. Begitu sampai di dalam rumah, bu Merry menaruh tasnyadi sebuah meja, masuk kekamar tanpa menutup pintunya.

Aku hanya melihat, ketika dengan santainya dia melepaskan kancing bajunya, sehingga memperlihatkan BH-nya yang juga terbuat dari bahan katun berwarna putih, buah dadanya yang putih dan agak besar seperti tidak tertampung dan mencuat keluar dari BH tersebut, membuatnya semakin sexy, kemudian dia memanggilku "Bay, tolong dong lepasin pengaitnya.." katanya sambil membelakangiku.

Kepuasan Yang Kuberikan Saat Bercinta Dengan Guruku

Aku buka pengait tali BH-nya, dengan wajah panas dan hati berdebar-debar. setealh BH-nya terlepas, dia membuka lemari, mengambil sebuah kaos T-shirt berwarna putih, kemudian memakainya, masih dengan posisi membelakangiku. T-shirt tersebut terlihat sangat ketat membungkus tubuhnya yang wangi.

Kemudian dia kembali meminta tolong padaku, kali ini dia minta dibukakan risleting roknya. Aku kembali dibuatnya berdebar-debar dan yang paling parah, aku mulai merasa selangkanganku basah. Kemaluanku berontak di dalam celana dalam yang rangkap dengan celana panjang SMA-ku.

Ketika dia membelakangiku, dengan cepat aku memperbaiki posisi kemaluanku dari luar celana agar tidak terjepit. Kemudian aku buka risleting rok ketatnya. Dengan perlahan dia menurunkan roknya, sehingga posisi menungging di depanku. Aku memandangi pantatnya yang sexy dan sekarang tidak terbungkus rok, hanya mengenakan celana dalam putihnya, tanganku meraba pantat bu Merry dan sedikit meremasnya, gemas.

"Udah gak sabar ya, Bay?" kata bu Merry.
"Maaf bu, habis bokong ibu tuh sexy banget jadi gemes saya.."
"Kalo di sini jangan panggil saya 'bu' lagi, panggil 'teteh' aja ya"
"Iya bu,,ehh,, teh Merry"

Konsentrasiku buyar melihat pemandangan di hadapanku saat ini, bu Merry dengan kaos T-shirt yang ketat, tanpa BH, sehingga puting susunya mencuat dari balik kaos putihnya, pusarnya yang sexy tidak tertutup, karena ukuran kaos T-shirt nya yang pendek, celana dalam yang tadi pagi aku liahat dari jauh sekarang  dapat aku lihat dengan jelas, gundukan di selangkangannya membuatku menelan ludah, pahanya yang putih mulus dan ramping membuat semuanya serasa dalam mimpi.

"Gimana Bay, suka nggak kamu ?" tanyanya.
"Kok kamu jadi bengong, Bay?"  lanjutnya sambil menghampiriku.

Aku terdiam terpaku memandanginya ketika dia memeluk leherku dan mencium bibirku, pada awalnya aku kaget dan tidak bereaksi, tapi tidak lama. Kemudian aku balas ciuman-ciumannya, dia melumat bibirku dengan rakusnya, aku balas lumatannya.

"Mmmmmhhhhhhhh..." Gumamnya di tengah ciuman-ciuman kami.
Tidak lama kemudian tangan kanannya mengambil tangan kiriku dan menuntun tanganku ke arah payudaranya. Aku dengan cepat menanggapi apa maunya, kuremas-remas dengan lembut payudaranya dan kupilin-pilin putingnya yang mulai mengeras.
"Mmmmmmhhhhhh...Mmmmhhhhhhh" kali ini dia merintih nikmat.

Aku usap-usap punggungnya, turun ke pinggangnya yang tidak tertutup oleh kaos T-shirtnya, aku lanjutkan mengusap dan meremas-remas pantatnya yang padat dan sexy, lalu kulanjutkan dengan menyelipkan jari tengahku ke belahan pantatnya, kugesek-gesek kearah dalam sehingga aku bisa menyentuh bibir vaginanya dari luar celana dalam yang dipakainya. Ternyata celana dalamnya sudah sangat basah. Sementara ciuman kami, berubah menjadi saling kulum lidah masing-masing bergantian, kadang-kadang tangannya menjambaki rambutku dengan gemas, tangan nya yang lain melepasi kancing baju sekolahku satu per satu.

Aku melepas pagutanku pada bibirnya dan membantunya melepas bajuku, kemudian kaos dalamku, ikat pinggangku, aku perosotkan celana panjang abu-abuku dan celana dalamku sekaligus. Bu Merry pun melakukan hal yang sama, dengan sedikit terburu-buru melepas kaos T-shirt yang baru dia pakai beberapa saat lalu, dia perosotkan celana dalam putihnya, sehingga dia sudah terlanjang bulat.

Kepuasan Yang Kuberikan Saat Bercinta Dengan Guruku

Tubuhnya yang putih mulus dan sexy sangat menggiurkan. Hampir bersamaan kami selesai menelanjangi tubuh kami masing-masing, ketika aku menegakkan tubuh kembali, kami berdua sama-sama terpaku sejenak. Aku terpaku melihat tubuh polosnya tanpa sehelai benang pun. Aku sudah sering melihat tubuh terlanjang, tetapi secara langsung dan berhadap-hadapan baru kali itu aku mengalaminya.

Payudaranya yang sudah mengeras tampak kencang, ukurannya melebihi telapak tanganku, sejak tadi aku berusaha meremas seluruh bulatan itu, tapi tidak pernah berhasil, karena ukurannya yang cukup besar. Perutnya rata tidak tampak ada bagian yang berlemak sedikitpun. Pinggangnya ramping dan membulat sangat sexy. Selangkangannya di tumbuhi bulu-bulu yang sengaja tidak dicukur, hanya tumbuh sedikit diatas kemaluannya yang mengkirap karena basah.

Sementara bu Merry memandang lekat kemaluanku yang sudah tegang dan mengeras, pangkalnya di tumbuhi bulu-bulu kasar, bahkan ada banyak bulu yang tumbuh dibatang kemaluank. Ukurannya cukup besar dan panjangnya belasan centi.
"Bay, punyamu lumayan juga ya, besar dan panjang, ada bulunya lagi di batangnya" katanya sambil menghampiriku.

Jarak kami tidak begitu jauh sehingga dengan cepat dia sudah meraih kemaluanku, sambil berlutut dia meremas-remas batang kemaluanku sambil mengocok-ngocoknya lembut dan berikutnya kepala kemaluanku sudah dikulumnya. Tubuhku mengejang mendapat emutan seperti itu.

"Oooohhhhh...enak teh..." rintihku pelan.
Dia semakin bersemangat dengan kuluman dan kocokan-kocokannya pada kemaluanku, sementara aku semakin blingsatan akibat perbuatannya itu. Kadang dimasukkannya kemaluanku sampai kedalam tenggorokkannya. Dia terus memaju-mundurkan kepalanya sehingga kemaluanku keluar masuk dari mulutnya.

Aku semakin tidak tahan dan akhirnya.... jebol juga pertahananku.
"Aaaahhhh...oohhhhhh....ahhhhh....teteeeeeehhhh" teriakku tak tertahan lagi.
Spermaku menyemprot ke dalam mulutnya yang langsung dia sedot dan dia telan, sehingga tidak ada setetes pun yang menetes ke lantai, memberiku sensasi yang luar biasa. Rasanya jauh lebih nikmat daripada waktu aku masturbasi.

"Gimana? enak Bay?" tanyanya.
"Enak banget teh, jauh lebih enak daripada ngocok sendiri" jawabku puas.
"Gantian dong teh, saya pengen ngerasain punya teteh" lanjutku sedikit memohon.
"Boleh,,," katanya sambil menuju tempat tidur, kemudian dia merebahkan dirinya diatas ranjang yang rendah, kakinya masi terjulur ke lantai. Aku langsung berlutut di depannya, kuciumi selangkangannya dengan bibirku, tanganku meraih kedua payudaranya, kuremas-remas lembut dan kupilin-pilin puting payudaranya yang sudah mengeras.

Dia mulai mengeluarkan rintihan-rintihan perlahan. Sementara mulutku menghisap, memilin, menjilat vaginanya yang sudah semakin basah. Aku permainkan clitorisnya dengan lidahku dan kuemut-emut dengan bibirku.

"Aaaaarrggghh...ouuhhhhh...., Baaaayyyuuuuuu" Aku sudah tidak tahan.
"Aaaaaauuhhhhhhhh" rintihan nya semakin lama semakin keras.
Aku sedikit kuatir kalau ada tetangga yang mendengar rintihan-rintihan nikmat tersebut.

Tetapi karena aku juga didera nafsu, sehingga akhirnya aku tidak terlalu memperdulikannya. Hingga satu saat aku merasakan tubuhnya mengejang, kemudian aku merasakan semburan cairan hangat di mulutku, aku hisap sebisaku semuanya, aku telan dan aku nikmati dengan rakus, tetes demi tetes.

Kakinya yang tadinya menjuntai kelantai, kini kedua pahanya mengapit kepalaku dengan ketat, kedua tangannya menekan kepalaku supaya lebih lekat lagi menempel di selangkangannya, membuatku sulit bernafas. Tanganku yang sebelumnya bergerilya di kedua payudaranya kini meremas-remas dan mengusap-usap pahanya yang ada diatas pundakku.

"Bay, kamu hebat, bikin aku orgasme sampai kelojotan begini, belajar darimana kamu ?" tanyanya.
Aku tidak menjawab, hanya tersenyum. Aku memang banyak membaca tentang hubungan sexual, dari majalah, buku dan internet. Sementara itu kemaluanku sudah sejak tadi menegang lagi karena terangsang dengan rintihan-rintihan nikmatnya bu Netty. Akupun berdiri, memposisikan kemaluanku didepan mulut vaginanya yang masih berdekut dan tampak basah serta licin itu.

"Aku masukin ya teh?" tanyaku, tanpa menunggu jawaban darinya.
"Ooohhh...." rintihnya

Kepuasan Yang Kuberikan Saat Bercinta Dengan Guruku

"Aaaaaahhh..." kubalas dengan rintihan yang sama nikmatnya, ketika kemaluanku menembus masuk ke dalam vagina nya, hilanglah keperjakaanku. Kenikmatan tiada tara aku rasakan, ketika batang kemaluanku masuk seluruhnya, bergesekan dengan dinding vagina yang lembut, hingga ke pangkalnya. Bu Merry merintih semakin kencang ketika bulu kemaluanku yang tumbuh dibatang kemaluanku menggesek bibir vagina dan clitorisnya, matanya setengah terpejam, mulutnya menganga, nafasnya mulai tersenggal-senggal.

"Ahh...ahhh.." Kutarik lagi kemaluanku perlahan, sampai kepalanya hampir keluar. Kumasukkan lagi perlahan, sementara rintihannya selalu ditambah teriakan kecil, setiap kali pangkal batang kemaluanku menghantam bibir vagina dan clitorisnya. Gerakanku semakin lama semakin cepat, bibirku bergantian antara melumat bibirnya atau menghisap puting payudaranya. Teriakan-teriakannya semakin menggila, kepalanya dia tolehkan kekiri dan kekanan membuatku hanya bisa menghisap puting payudaranya saja, tidak bisa lagi melumat bibirnya yang sexy.

Sementara itu pinggulnya yang diangkat setiap kali aku menghujamkan kemaluanku ke dalam vaginanya yang kini sudah sangat basah, sampai akhirnya,
"Baaayyyyuuuuuuu...aku mau keluar lagiiii.... Aaaaarrrggghhhhh" teriakannya semakin kacau.

Aku memperhatikan dengan puas saat dia mengejang seperti menahan sesuatu, vaginanya kembali banjir seperti saat dia orgasme di mulutku. Aku memang sengaja mengontrol diriku untuk tidak orgasme, hal ini aku pelajari dengan seksama, walaupun aku belum pernah melakukan ML sebelum itu. Bu Merry sendiri heran dengan kemampuan kontrol diriku.

Setelah dia melambung dengan orgasme-orgasmenya yang susul-menyusul, aku cabut kemaluanku yang masi perkasa dan keras. Aku memberinya waktu beberapa saat untuk mengatur nafasnya. Kemudian aku memintanya menungging, dia dengan senang hati melakukannya. kembali kami tenggelam dalam permainan panas.

Kepuasan Yang Kuberikan Saat Bercinta Dengan Guruku

Sekali lagi aku membuatnya mendapatkan orgasme yang berkepanjangan seakan tiada habisnya, aku sendiri karena sudah cukup lelah, kupercepat gerakanku untuk mengejar ketinggalanku menuju puncak kenikmatan. Akhirnya menyemburlah spermaku, yang sejak tadi aku tahan, saking lemasnya dia dengan pasrah tengkurap, dan aku menjatuhkan diriku berbaring disampingnya.

Sejak kejadian hari itu, aku sudah tidak melakukan masturbasi, tapi kami ML setiap kali kami menginginkannya. Ketika aku tanya mengapa dia memilihku, dia menjawab aku mirip dengan mantan pacarnya yang membuatnya kehilangan mahkotanya, sewaktu masih SMA. Tapi bedanya, dia bilang aku lebih tahan lama dalam bercinta.
batasberitaterkini.blogspot.com


COMPARTILHAR:

+1

0 Comentario "Kepuasan Yang Kuberikan Saat Bercinta Dengan Guruku"

Posting Komentar

Teste Teste Teste

nonton film

Teste Teste Teste

Teste Teste Teste Teste

http://i66.tinypic.com/snl8i1.gif